ALT_IMG

Want to Read?

Thank you so much for come. Akan sangat dihargai bila setelah dibaca berikan kritik dan saran, tapi yang membangun ya. Mungkin kita bisa berteman. You Guys Are Amazing Readmore...

ALT_IMG

Featured 2

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit, sed diam nonummy nibh euismod tincidunt ut laoreet dolore magna aliquam erat volutpat. Ut wisi enim ad minim veniam, quis nostrud exerci tation ullamcorper suscipit lobortis nisl ut aliquip ex ea commodo consequat Readmore..

Alt img

Featured 4

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit, sed diam nonummy nibh euismod tincidunt ut laoreet dolore magna aliquam erat volutpat. Ut wisi enim ad minim veniam, quis nostrud exerci tation ullamcorper suscipit lobortis nisl ut aliquip ex ea commodo consequat Readmore...

ALT_IMG

Featured 4

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit, sed diam nonummy nibh euismod tincidunt ut laoreet dolore magna aliquam erat volutpat. Ut wisi enim ad minim veniam, quis nostrud exerci tation ullamcorper suscipit lobortis nisl ut aliquip ex ea commodo consequat Readmore...

ALT_IMG

Featured 5

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit, sed diam nonummy nibh euismod tincidunt ut laoreet dolore magna aliquam erat volutpat. Ut wisi enim ad minim veniam, quis nostrud exerci tation ullamcorper suscipit lobortis nisl ut aliquip ex ea commodo consequat Readmore...

Showing posts with label Hurt. Show all posts
Showing posts with label Hurt. Show all posts
Tuesday, 10 September 2019

Beautiful Light

26 comments

Langit semakin gelap dan puncak acara malam itu sudah berakhir. Sisa kembang api yang sedari tadi diletupkan sudah menjadi abu. Bahkan pada malam itu tidak seorangpun berada di sampingnya.



“Sebut satu keinginanmu,” ucap seorang perempuan berjaket abu-abu di sebelahnya. Tapi ia tak berkutik sedikitpun hingga perempuan itu menepuk pundaknya.

“Sebut saja, kau bisa memanggilku Perrie,” kata perempuan itu memperkenalkan dirinya.

Langit semakin gelap dan puncak acara malam itu sudah berakhir. Sisa kembang api yang sedari tadi diletupkan sudah menjadi abu. Bahkan pada malam itu tidak seorangpun berada di sampingnya.

“Happy Birthday Allisa,” kata Perrie sambil mengulurkan tangannya dan tersenyum tulus.

Allisa sontak kaget. Perlahan ia mendongakkan kepalanya untuk melihat Perrie yang berada di sampingnya.

“Aku ingin ... Nald ada disampingku,” pinta Allisa setelah menyambut uluran tangan Perrie. Perrie tersenyum lagi untuk kesekian kalinya.

Tiba-tiba angin bertiup begitu kencang menyapu rambutnya yang digerai. Perrie mendekati Allisa dan kemudian memeluknya erat seakan menahan kepedihan yang tiada tara.

“Kau tahu Nald takkan kembali, dan sihir itu tak bisa kulakukan, tapi aku janji akan mengabulkannya.” Kata-kata itu mengalun dengan indahnya bersamaan dengan kepergian Perrie.

Tiba-tiba seberkas cahaya berwarna oranye datang bersamaan dengan sesosok manusia yang selama ini ia kenal sebagai Naldi Affandi. Laki-laki yang sudah disukainya sejak SMP.

Namun perasaan itu harus tertanam saat Nald harus pergi untuk selamanya. Nald ditemukan tenggelam tak bernyawa saat kakinya tiba-tiba keram dan tidak seorangpun melihat kejadian itu.

Sekarang sosok Nald tepat berada di depannya. Ia memasang raut wajah bahagia, dengan bulu mata yang tebal, matanya terlihat melebar ceria, senyumnya gembira dengan memperlihatkan gigi-giginya yang rapi.

“Happy Birthday Alisa Januari. Aku tahu kau menyukaiku, dan ternyata akupun begitu, hanya saja waktu tidak berpihak padaku, namun bisakah kunyatakan sekarang? Bahwa akupun sudah menyukaimu sejak pertama kali kita bertemu, jangan sedih lagi, My Lisa.” Nald tersenyum tulus sembari memeluknya.

2017,  ia resmi berumur 17 tahun. Tahun dimana Nald menyatakan cintanya dan ia bertemu Perrie. Serta tahun baru terbaik yang bersamaan dengan ulang tahunnya serta mengubah segalanya.

***

#RWCOdopBatch7
#OneDayOnePost

Continue reading →
Saturday, 24 August 2019

My Rose

0 comments

"Ketika kau merasa dikhianati tanpa tahu penyebab penyakit hati yang kian membekas hingga melumpuhkan kesadaran dan berakhir penyesalan" (My Rose)





“Aku juga mencintaimu.” Suaranya membuyarkan lamunanku.

Kala itu, aku menatap bintang-bintang di malam hari, yang bersinar terang seperti dirinya. Aku terhanyut dan terbawa arus pada hal terindah saat dia senyum menatapku.

Kala itu, aku sangat gembira hingga ingin kubawa bulan itu dari atas sana. Karena saat itu, ia menerima cintaku dan mengungkapkan perasaannya.

Tapi sejak seminggu yang lalu, dia yang kerap dipanggil Delsa memalingkan wajahnya. Menatap bengis wajahku setiap kami bertemu.

Dua minggu hingga sebulan lamanya, dia menghindar dariku. Seperti ketakutan akan kehilangannya, hatiku tiba-tiba bergejolak, ingin bertanya sebab kenapa Delsa yang ceria menjauh dariku.

“Delsa,” panggilku keras sembari berlari mengejar dirinya.

“Jangan mengejar, tolong berbaliklah, aku tidak benar-benar mencintaimu.” Delsa berlari, dia hanya meninggalkan ucapan yang membuatku tertohok.

Delsa benar-benar pergi, dan aku benar-benar membencinya. Mawar merah yang dulu kuberikan padanya ingin kugoreskan di tangannya.

Tapi kenangan itu membuat mataku berair. Kakiku jatuh lunglai ke tanah, mawar hitam itu ingin kulukis berwarna merah seolah ingin Delsa kembali.

Aku tak pernah membayangkan Delsa menyayat nadinya. Perjalanannya masih panjang, tapi karena tekanan keluarganya, dia harus pergi selamanya.

Mawar hitam itu menjadi saksi tragis pupusnya cintaku, hilangnya harapanku, dan kesalahanku yang telah membencinya. Sejujurnya, aku menangis, ingin berteriak agar dia kembali.

Continue reading →

Labels

Cerpen (37) Wacana (18) Artikel (12) Puisi (8) Drabble (7) Sad Story (7) Review Blog (3) Ulasan (3) Essay (2) Lagi Viral (2) Resensi (2) Review Film (2) Review Series (2) Tips (2) Biografi (1) Quotes (1)