ALT_IMG

Want to Read?

Thank you so much for come. Akan sangat dihargai bila setelah dibaca berikan kritik dan saran, tapi yang membangun ya. Mungkin kita bisa berteman. You Guys Are Amazing Readmore...

ALT_IMG

Featured 2

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit, sed diam nonummy nibh euismod tincidunt ut laoreet dolore magna aliquam erat volutpat. Ut wisi enim ad minim veniam, quis nostrud exerci tation ullamcorper suscipit lobortis nisl ut aliquip ex ea commodo consequat Readmore..

Alt img

Featured 4

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit, sed diam nonummy nibh euismod tincidunt ut laoreet dolore magna aliquam erat volutpat. Ut wisi enim ad minim veniam, quis nostrud exerci tation ullamcorper suscipit lobortis nisl ut aliquip ex ea commodo consequat Readmore...

ALT_IMG

Featured 4

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit, sed diam nonummy nibh euismod tincidunt ut laoreet dolore magna aliquam erat volutpat. Ut wisi enim ad minim veniam, quis nostrud exerci tation ullamcorper suscipit lobortis nisl ut aliquip ex ea commodo consequat Readmore...

ALT_IMG

Featured 5

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit, sed diam nonummy nibh euismod tincidunt ut laoreet dolore magna aliquam erat volutpat. Ut wisi enim ad minim veniam, quis nostrud exerci tation ullamcorper suscipit lobortis nisl ut aliquip ex ea commodo consequat Readmore...

Showing posts with label Essay. Show all posts
Showing posts with label Essay. Show all posts
Wednesday, 18 September 2019

Pola Pikir Diri Sendiri Mencerminkan Perdamaian yang Paripurna

2 comments

Kesadaran akan kehendak dalam mencapai perdamaian semakin sulit ditemukan dari tiap warga negara Indonesia. Pentingnya kedamaian dibuktikan dalam pidato yang disampaikan di hadapan majelis Sidang Umum PBB ke-73 di New York, Jusuf Kalla selaku Wakil Presiden Republik Indonesia mengatakan tentang pentingnya menilik kembali kekuatan sebagai pemimpin negara. Bahwa sering kali pemimpin terlena hingga lupa bahwa kekuatan besar yang dimiliki harusnya dapat menjadi tumpuan untuk masyarakat adil, damai, dan sejahtera.
Damai adalah suatu kata sakral yang banyak orang ingin mencapainya namun sulit melakukannya. Hal ini dipicu karena dendam atau tidak setimpalnya kasus-kasus yang terjadi sehingga orang sangat sulit untuk berdamai. Padahal, pada pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 tepatnya di Alinea Keempat, sudah diberitahukan agar rakyat Indonesia ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Bahwa perdamaian menjadi tujuan utama dari kemanusiaan. Hampir tidak ada orang yang bisa menentang perdamaian, apalagi demi mewujudkan perdamaian dunia. Tanpa adanya kedamaian, sebuah negara akan terpecah belah dan banyak kericuhan serta kekerasan yang kemudian memicu konflik antar suku, daerah, dan akhirnya bersifat tidak peduli terhadap sekitar. Seperti kasus Palestina dan Israel yang tak henti-hentinya menjadi perbincangan karena selalu diwarnai kekerasan dan akhirnya saling benci tanpa pernah memikirkan untuk berdamai. Kekerasan dan kejahatan bisa terjadi di mana pun dan dengan konflik yang bermacam-macam pula. Di Indonesia, kekerasan yang marak terjadi adalah kekerasan pada anak. Pada tahun 2017 tidak lebih dari 116 kasus kekerasan terhadap anak yang ditangani oleh KPAI. Dalam data tersebut, pelakunya adalah orang-orang terdekat seperti ayah tiri, ayah kandung, keluarga dekat, dan temannya. Padahal anak seharusnya merupakan bagian dari keluarga yang dibesarkan dengan kasih sayang hingga maut memisahkan, bukan membunuh atau menyiksa anak dengan semena-mena. Jika dalam keluarga saja tidak ada keharmonisan dan kedamaian, lalu apalagi yang diharapkan seorang anak dari kedua orangtuanya. Perilaku orangtua jugalah yang akan mempengaruhi anak. Setelah konflik berlangsung, tentu banyak individu yang menginginkan perdamaian pula, dan banyak cara untuk mengatasinya. Seperti Barapen atau bakar batu, menjadi ritual khusus bagi masyarakat di pegunungan tengah Papua tepatnya di Kabupaten Jayawijaya, untuk penyelesaian konflik yang terjadi di tengah masyarakat. Sebelum dilakukan barapen, biasanya kedua kubu yang bertikai melakukan pemanahan terhadap seekor babi yang telah disepakati bersama. Jika hewan tersebut langsung mati, maka acara perdamaian itu kemungkinan besar akan sukses, namun jika tak langsung mati berarti masih ada dendam di antara dua kubu sehingga acara perdamaian tidak bisa dilakukan. Dan masih banyak cara untuk melakukan perdamaian. Solusi-solusi yang dicanangkan pemerintah setempat pun sudah menjadi wacana sehari-hari. Namun ada juga yang akhirnya dilakukan, seperti Konser Indonesia Damai yang diadakan di Yogyakata pada Juni 2018 yang dihadiri oleh negarawan Ahmad Syafii Maarif, Gubernur DIY sekaligus dan tokoh-tokoh terkenal lainnya menghimbau agar rakyat Indonesia dapat bersatu sehingga bisa membangun negara yang sangat besar bernama NKRI sehingga terwujudnya perdamaian dunia. Hal inilah yang harus menjadi tolak ukur setiap masyarakat, tidak hanya melakukan konser kesenangan seperti berjoget ria, melainkan juga perubahan pola kesadaran agar bisa diamalkan setiap hari. Jika pemerintah terlalu lalai dan tidak berpikir secara cerdas betapa pentingnya perdamaian, maka negara itu akan hancur dengan sendirinya. Walaupun terdapat perbedaan dalam setiap akar masalah, cobalah berpikir dengan jernih dan ubahlah mindset lawan bicara dengan pemikiran kita sendiri. Karena semua itu dimulai dari diri sendiri. Kejahatan dan kekerasan bisa saja terjadi dan semuanya dapat dibersihkan tapi ada bekasnya, namun akan berbeda ketika kejahatan dan kekerasan itu dapat dicegah melalui himbauan-himbauan positif dari pemerintah dan bagaimana kita menyikapi setiap persoalan dengan lapang dada. Indonesia adalah Bhinneka Tunggal Ika, bagian dari Perserikatan Bangsa-Bangsa, dengan masyarakat yang harusnya luar biasa untuk masa depan yang lebih cerah. Pemuda-pemudi yang cerdas akan terus bergerak demi mencapai tujuan kemanusiaan yakni perdamaian, bercermin pada diri sendiri, tinggalkan keangkuhan, dan mulailah lakukan hal bermanfaat untuk Indonesia, yakni kedamaian yang paripurna.

***

#RWCOdopBatch7
#OneDayOnePost
Continue reading →
Wednesday, 11 September 2019

Malaikat Tanpa Sayap

35 comments


    Malaikat adalah makhluk suci dan sangat istimewa di setiap sudut pandang umat manusia, tapi ketika semua orang berpikir bahwa malaikat itu harus bisa terbang dan hanya berada di langit serta tak kasat mata, maka ungkapan itu salah. Bahwa di setiap sudut dunia, bahkan yang tak memiliki atap sekalipun, pasti terdapat malaikat, bernyawa dan berkurang umurnya, tapi memiliki beribu kasih sayang yang sangat tak terbatas. Dialah, sang ibunda, malaikat tanpa sayap.      Menurut KBBI, ibu hanyalah seorang perempuan yang melahirkan seseorang, dan menurut wikipedia, ibu adalah orang tua perempuan seorang anak, baik melalui hubungan biologis maupun sosial dan umumnya, ibu memiliki peranan yang sangat penting dalam membesarkan anak, dan panggilan ibu dapat diberikan untuk perempuan yang bukan orang tua kandung atau dari seseorang yang mengisi peranan ini.     
    Bahkan  di Indonesia, terdapat bermacam-macam sebutan dengan bahasa daerah hanya untuk dilontarkan pada ibu, seperti, Enyak dari Betawi dan Bali, Emak dari Sunda, Inaq dari Lombok, Inang untuk Batak Toba, Nande untuk Batak Karo, Amak untuk Minangkabau, Umai untuk Dayak Ngaju, Umak untuk Basemah, Ibuk untuk Jawa, dan Bonda untuk Kepulauan Riau.    
    Tapi, ibu tidak hanya sekedar melahirkan atau membesarkan, ibu adalah sosok pribadi yang tegar dan selalu menghadapi kesulitan bahkan di saat yang tidak ia inginkan. Ketika seorang anak selalu berkata pada diri sendiri tentang rumitnya hidup, maka ibulah pemilik beban terberat dari awal sejak ia melahirkan.     Sosok yang terus menerus mencoba bahagia walau serba kekurangan, hanya untuk menghibur sang buah hati yang sangat ia sayangi. Maka celakalah orang yang tidak menganggap ibunya setelah sukses, dan bersyukurlah bagi orang yang selalu mengutamakan ibu bahkan saat tua renta.     
    Sayap itu tidak pernah terlihat, tapi selalu terasa bergoyang saat memeluk sosok perempuan yang tidak semakin muda, tapi mulai keriput wajahnya. Mengajarkan seorang anak tentang agama, lingkungan, dan selalu mendengar keluh kesah bahkan saat lidah itu belum bisa berucap setiap kata dengan sempurna.
    Dialah, ibunda yang selalu berusaha menahan air mata sang buah hati saat menangis, ibunda yang selalu mendukung pekerjaan sang anak, atau bahkan rela bersikap seperti anak kecil hanya untuk melihat anaknya sendiri tertawa. Karena ungkapan “Kasih ibu sepanjang masa” tidak hanya sekedar kata-kata lalu yang terlupakan, tapi justru melekat di setiap jati diri pemuda-pemudi yang tumbuh dari masa ke masa. Sehebat itulah, malaikat itu bertahan.    
    Ketika sayap itu mulai berpatahan, seperti kebutuhan material dan psikologis yang kian rumit sampai harus negoisasi dengan kepala rumah tangga, ibu tidak pernah berusaha menjatuhkan buliran air mata itu hanya untuk menarik perhatian anaknya. Karena setegar itulah, malaikat itu berjuang.    
    Setiap anak ingin sukses, mereka berlomba-lomba sukses agar mendapat pasangan dan kaya raya, tapi ketika mereka sudah memiliki pasangan yang cantik maupun tampan, dan memiliki kekayaan tiada habis, mereka lupa tentang siapa yang membimbing mereka hingga sukses, tentang siapa yang terus menerus mendoakan mereka dalam doanya. Kebanyakan para ibu merelakan haknya untuk dicaci maki dan tidak diakui, padahal sebelumnya pernah berjanji untuk merajut sayap-sayap itu agar mekar kembali.    
    Maka dari itu, berterima kasihlah tentang semua hal yang telah diperjuangkan dan dipertahankan oleh sang ibunda bahkan saat punggung itu tak lagi mampu menahan sayap yang semakin berat, dan memohon maaf pada sang ibunda yang pernah dibentak hanya karena suatu hal sepele dan ibu menghindari pertengkaran seraya memilih tersenyum dan diam. Semua dilakukan hanya untuk melihat buah hati yang dikandung sembilan bulan itu terus tumbuh tanpa membenci ibunya.    
    Sang ibu adalah sang malaikat yang berwajah rupawan, lembut hatinya, dan selalu ada di saat suka dan duka, surga di bawah telapak kakinya, ridho Allah juga karena ridhonya, punggung itu, adalah punggung perempuan terhebat dan seakan bercahaya karena sayap itu semakin mekar. Tak terlihat, tapi bisa dirasakan, dan sang ibu benar-benar sosok seorang malaikat yang diturunkan ke muka bumi, hanya agar semua orang menyadari, bahwa malaikat itu benar-benar ada, tak bersayap, tapi membantu anak-anaknya untuk melebarkan sayap, bahkan saat miliknya sendiri sudah rapuh dimakan waktu. Bahwa apa pun akan dilakukan sang ibu hanya untuk membahagiakan anak-anaknya, sekalipun harus mengorbankan nyawanya.
Continue reading →

Labels

Cerpen (37) Wacana (18) Artikel (12) Puisi (8) Drabble (7) Sad Story (7) Review Blog (3) Ulasan (3) Essay (2) Lagi Viral (2) Resensi (2) Review Film (2) Review Series (2) Tips (2) Biografi (1) Quotes (1)