ALT_IMG

Want to Read?

Thank you so much for come. Akan sangat dihargai bila setelah dibaca berikan kritik dan saran, tapi yang membangun ya. Mungkin kita bisa berteman. You Guys Are Amazing Readmore...

ALT_IMG

Featured 2

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit, sed diam nonummy nibh euismod tincidunt ut laoreet dolore magna aliquam erat volutpat. Ut wisi enim ad minim veniam, quis nostrud exerci tation ullamcorper suscipit lobortis nisl ut aliquip ex ea commodo consequat Readmore..

Alt img

Featured 4

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit, sed diam nonummy nibh euismod tincidunt ut laoreet dolore magna aliquam erat volutpat. Ut wisi enim ad minim veniam, quis nostrud exerci tation ullamcorper suscipit lobortis nisl ut aliquip ex ea commodo consequat Readmore...

ALT_IMG

Featured 4

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit, sed diam nonummy nibh euismod tincidunt ut laoreet dolore magna aliquam erat volutpat. Ut wisi enim ad minim veniam, quis nostrud exerci tation ullamcorper suscipit lobortis nisl ut aliquip ex ea commodo consequat Readmore...

ALT_IMG

Featured 5

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit, sed diam nonummy nibh euismod tincidunt ut laoreet dolore magna aliquam erat volutpat. Ut wisi enim ad minim veniam, quis nostrud exerci tation ullamcorper suscipit lobortis nisl ut aliquip ex ea commodo consequat Readmore...

Showing posts with label Drabble. Show all posts
Showing posts with label Drabble. Show all posts
Thursday, 7 May 2020

WHAT IS DRABBLE?!

17 comments

Mungkin sebagian orang yang mengunjungi blog ini kurang tahu apa sih itu Drabble. Bahkan ada pula yang berkomentar apakah ceritanya lanjut jika dalam kategori Drabble. Well, saya akan menjelaskan sedikit apa itu Drabble.

Dikutip dari Wikipedia, Drabble biasa disebut juga sebagai fiksi penggemar (lebih dikenal dengan sebutan FanfictionFF, atau Fanfic) merupakan suatu sebutan yang dikenal luar untuk karya-karya yang dibuat penggemar yang berhubungan dengan cerita tentang para tokoh (atau tokoh fiksi). Penulisan karya fiksi penggemar jarang diberi kuasa oleh pemilik karya asli, pembuat, atau penerbit; tulisan-tulisan itu juga hampir tidak pernah dipublikasikan secara profesional. Karena ini, banyak karya fiksi penggemar yang ditulis mengandung sebuah pernyataan yang menyatakan bahwa penulis karya fiksi penggemar tidak memiliki tokoh-tokoh yang ada di cerita.

Namun yang perlu diketahui dari Drabble terdiri dari 100-200 kata. Meskipun tidak tepat berjumlah 100-200 kata, yang penting drabble itu sangat pendek. Sehingga jika tidak bisa mempelajari siapa tokohnya atau apa kelanjutannya, maka itulah fungsi Drabble. Ceritanya hanya pendek dan tersirat sehingga membuat pembaca harus bisa memahami makna Drabble tersebut. Dan oleh karena itu boleh juga dilihat beberapa contoh Drabble yang pernah saya tulis di kolom atas.

Nah sebagai tambahan saya juga akan menunjukkan referensi atau contoh drabble dan ini berjumlah 217 kata (karna dulu merupakan tantangan) saat saya mengikuti komunitas penulis sewaktu SMA.

Judul: Coffee


“Tok!” Kaca jendela itu berbunyi keras seperti membanting sesuatu. Aku berlari menuju asal suara, dan menemukan merpati putih itu tergeletak dengan satu sayapnya patah. Perlahan aku membuka jendela dan mengambil burung itu.

“Sarah, bubuk kopinya kau taruh dima—what? Apa yang kau lakukan pada merpati itu?” tanya Kezia, adikku dengan masih mengenakan seragam SMAnya.

Aku masih menghela napas dan kemudian mengobati luka merpati itu.

Seriously? Kau masih minum Kafein itu? Kau mengonsumsi Paracetamol saat pagi hari dan at least sudah mengonsumsi PCC hampir setiap hari.” Tapi yang diceramahi hanya tertawa sambil berlalu pergi.

Sesaat aku menoleh, merpati itu sudah hilang, hanya tersisa bulu-bulu rontok dari sayapnya. Dan anehnya, sekarang bulu itu mengkilap dan bercahaya. Aku memegangnya perlahan dan ingin membuangnya, tapi bulu itu seakan lengket dan menuntunku ke arah matahari.

Dan saat aku membuka mata, aku melihat awan dan merpati indah yang beterbangan. Awan yang bisa kusentuh dan aku seakan terbang bersama merpati.

“Terima kasih, sudah menyelamatkanku, aku ingin kau ikut bersama kami menemui bidadari.” Burung itu mengajakku bicara dan mengerjap perlahan.

Tapi kemudian aku tersadar dan mundur perlahan hingga jatuh dari langit. Untungnya, merpati besar berwarna merah itu menangkapku. Aku menikmatinya, indahnya pemandangan dari atas, sampai aku melihat adikku Kezia, melambai.

Oh c’mon, kau berhalusinasi lagi. Harusnya kopi membuatmu fokus.” Shit. Sudah berapa lama ini terjadi?


*** 
Untuk kesimpulan cerita, sebenarnya saya hanya ingin menggambarkan betapa kafein dapat membuat seseorang berhalusinasi sehingga tidak tahu membedakan mana dunia asli dan yang tidak namun dibalut dengan percakapan lucu sedikit. Ini merupakan tantangan genre fantasy dengan tema kafein, dan beginilah hasilnya :v. Maafkan jika kalian kurang mengerti dengan apa yang saya sampaikan. Mungkin ini cukup menggambarkan apa itu Drabble.

Dan kenapa saya memutuskan menulis Drabble?
Ya karena memang saya suka mencoba beberapa karya fiksi terutama Drabble karena bisa membuat pembaca penasaran dan menerka maksud dan tujuannya apalagi jika diberikan tema, genre, hingga jumlah kata. Jika saya bisa menulis Drabble, maka kalian semua juga bisa. Ayo, coba menulis fiksi dalam 100-200 kata. :)
Continue reading →
Saturday, 26 October 2019

Where?

3 comments


Aku menemukan diriku terbaring di suatu daerah yang aku tidak tahu namanya.
Suhu di daerah itu seperti membekukan sekujur tubuhku,
gaun pengantin yang kukenakan seperti melepuh oleh dinginnya udara.
Lenganku yang tidak dibalut apapun seperti kaku untuk bergerak.
Terakhir kali yang kuingat, aku ingin menikah dengan Bryan,
laki-laki yang sudah menghamiliku.
Setelah aku mengedip beberapa kali, aku melihat seekor penguin,
berkacamata dan memakai helm seperti tokoh kartun.
Dia mendatangiku seakan memberi petunjuk. 
“Ini seperti Tarantino dalam Happy Feet dimana anak-anak penguin mati di
sepanjang pantai di Adelie Land,” ucap bayangan yang berada di langit itu.
Death.” Penguin itu bersuara dan menunjukkan pemandangan mengerikan di sekitar es itu.
Semua penguin yang kurasa jenis Adelie itu mati. 
Luas lautan es di kutub bervariasi setiap tahun,
tetapi perubahan iklim telah membuat fluktuasinya lebih ekstrem.
Banyaknya anak penguin mati karena es laut yang sangat dahsyat
memaksa orang tua mereka melakukan perjalanan lebih jauh untuk mencari makanan.
Ketika kembali, hanya dua ekor dari ribuan anak penguin
yang masih bertahan hidup.
Aku tidak bisa menolong mereka, terlalu lemah untuk berjalan,
sedangkan penguin itu berlari menjauh, dan aku terbaring.
Sembari menutup mata, aku mendengar suara, “Bel, kenapa gaunmu robek?” 
Continue reading →
Monday, 16 September 2019

Crazy Ex

0 comments



“Sudah kubilang pergi! AAAA!” Suara  Frans membangunkanku. Aku hanya tertawa terbahak-bahak melihat cara dia berteriak, melebihi suara wanita. 

“Kau melihat apa?” Frans melototiku.

Nothing. Hanya saja, kau terus memeluk boneka coklat hidung merah itu. Seperti anak bayi.” 

Aku lagi-lagi tertawa dan berlalu pergi kalau saja tak kulihat rambut panjang itu sedang mengelus wajah Frans. 

“Frans? Kau tidak menaruh sesuatu di atas ‘kan?” tanyaku panik. Mimik wajah Frans seketika berubah saat cairan berwarna merah itu jatuh mengenai dahinya.

Dan dalam hitungan ketiga, aku dan Frans lari ketakutan. Setelah sampai di ruang tamu, aku mendengar suara ribut dan aku sadar bahwa Frans tidak di belakangku.

Bahwa, sedari tadi aku memegang tangan si kuntilanak berdarah. “Maaf ya, aku tahu kau kehilangan Frans, dan aku akan membantumu mencarinya.” 

Aku berlari mencari Frans yang ternyata sudah pipis di celana sambil memegang bonekanya. Aku tertawa terbahak-bahak sambil berkata, “Tunggu, sampai pacarmu tahu kalau kau seperti ini.” 

CEKREK. Aku mengambil gambar Frans yang kelihatan marah sekaligus malu. Dan tak berapa lama, kuntilanak itu muncul sambil berjalan mendekati kami.

Wait? Kuntilanak berjalan?” Aku melihat ke arah Frans yang juga tahu arah pikiranku. Lagi-lagi dalam hitungan ketiga, kami menangkap sang kuntilanak dan mengikatnya.

“Shit. Aku gagal lagi,” ucap si kuntilanak. Setelah riasan wajah itu terhapus, aku sadar, bahwa itu tetangga sebelah yang depresi, dan mantannya Frans.

***
#RWCOdopBatch7
#OneDayOnePost
Continue reading →
Sunday, 15 September 2019

My Special Day

8 comments



"Iya, sabar ini aku udah di jalan." Azfar menutup telepon itu dengan paksa. Ia sudah tidak kuat lagi mendengar ocehan temannya yang tidak tahu situasi. Karena sejak pukul lima sore tadi, ia masih terjebak macet yang tak kunjung menipis.

Belum lagi bunyi sirene yang membuat telinganya sakit, untungnya ia bisa maju paling depan karena menggunakan sepeda motor. Cuaca sangat mendung, seperti tanda-tanda hujan yang membuat ia makin sial.

"It's a beautiful night..." 

Lantunan lagu itu membuat ia langsung menonaktifkan handphonenya. Tak berapa lama, lampu itu menjadi hijau dan langsung menancap gas. Namun tak berapa lama sekitar sejauh satu kilo meter, hujan benar-benar turun.

Helmnya sudah diguyur hujan, bergemerisik dan matanya perih serta bajunya basah. Ia tak kuat lagi, dan akhirnya memutuskan berhenti di Indomaret terdekat.

Banyak orang yang sudah menepi, berpasang-pasangan saling bercengkrama. Sementara ia sangat sial, dan akhirnya memutuskan masuk ke dalam dan beberapa minuman. Rasanya minuman itu dingin sekali padahal hanya Aqua biasa. 

"Pakai plastik, mas?" Tanya kasir Indomaret sambil tersenyum yang membuatnya sontak menggeleng.

Kantong plastik memang tidak sehat digunakan, apalagi sedotan plastik, hanya menimbulkan sampah berbahaya saja. "Ini kembaliannya," lanjut si kasir.

Setelah sepuluh menit menunggu dan menghabiskan minumannya, akhirnya hujan itu reda, walaupun masih gerimis. Ia melanjutkan perjalanan yang sebenarnya tinggal beberapa kilo meter lagi.

Sesampainya di rumah, ia menemukan sendal temannya berserakan dan pintu terbuka. Sambil menghela napas, ia hendak meluapkan emosinya kalau saja lampu itu tidak menyala dan penampakan di depannya membuat ia terharu.

"HAPPY BIRTHDAY, AZFAR." Ia terkejut sambil menyapu keringatnya. Hari tersial dan sekaligus hari ulang tahunnya. Ia bahkan tidak menyangka ternyata temannya menyiapkan hal ini hanya untuk membuatnya kesal. 

Dari mulai pura-pura sakit, dan Rico mendatangi rumahnya padahal ia baru pulang kerja. Dan perempuan itu melihatnya dalam keadaan basah. Namanya Nisa, crushnya sejak masuk kuliah. 

"Gimana kerjaannya?" Tanya Nisa 

"Pelanggan restorannya sedikit, lagi pun aku izin pulang tadi," jawabnya.

Pelukan itu membuat ia tersenyum. Rico sedang cengengesan dan Nisa serta Ayu, dan beberapa teman kuliahnya yang lain menyuguhkan kue itu agar dipotong. 

"Make a wish." Ia menutup mata seraya berdoa tentang harapannya.

"Sorry, bro, ini semua ide Karina, dia ingin buatmu kesal, ayo makan dulu ke dalam, tadi orang Nisa masak banyak. 

Ia mengangguk dan melihat rumahnya sudah ramai, tidak sepi seperti biasanya. Makanan sudah tersusun, persis ulang tahun yang diharapkannya. Di umur yang ke-20 tahun, hari itu adalah hari tersial sekaligus hari teristimewa baginya. 

***

#RWCOdopBatch7
#Tantangan [Basah, Plastik, Macet]


Continue reading →
Friday, 13 September 2019

Schwester

10 comments
Ketika rahasia mampu membuat kau menjadi orang yang berbeda


“Berhenti, kumohon!” pinta seorang perempuan yang sudah berlumuran darah disamping kekasihnya. 

“Kau ingin aku berhenti, Anne?” tanya perempuan yang sekarang berhenti melayangkan palu ke wajah kekasihnya. 

“Kau tidak akan mendapatkan apa-apa Frey, tujuh orang ini tidak akan mengembalikan adikmu,” ungkap Anne sambil merangkul kekasihnya yang wajahnya sudah hancur oleh palu tebal itu. 

Frey kemudian menjatuhkan palunya saat ia mendengar sirene polisi membentur gubuk kecil tempat Anne dan teman-temannya dibunuh dengan keji. Hanya Anne yang tersisa, hanya Anne yang masih bisa menghirup nafas tanpa diteror oleh pembunuh seperti Frey yang merupakan bagian masa lalunya. 

“Brian memperhatikanmu Anne,” kata Frey saat Anne masih berteman akrab dengan Frey dua tahun yang lalu. Frey bukan hanya baik, namun ia jugalah yang menyatukan Anne dengan Brian. 

Namun sehari setelah itu, Frey menemukan adiknya tewas bunuh diri di kolam renang. Frey yakin Friska 
-adiknya-  tidak mungkin tenggelam karena Friska sangat menyukai air dan mahir dalam berenang. 

“Aku yakin Friska menderita saat kakaknya sendiri mengaturkan hubungan Brian dan menghancurkan hatinya.” Kata-kata itu masih terngiang di kepala Frey saat tak sengaja ia dengar pembicaraan teman adiknya. 

Seminggu setelah itu, Frey yakin adiknya bunuh diri dan ia membalaskan dendam pada semua yang berkaitan dengan Brian, termasuk Anne. 

***

Schwester (Jerman) =Sister (Inggris)
#RWCOdopBatch7
#OneDayOnePost

Continue reading →
Tuesday, 10 September 2019

Beautiful Light

26 comments

Langit semakin gelap dan puncak acara malam itu sudah berakhir. Sisa kembang api yang sedari tadi diletupkan sudah menjadi abu. Bahkan pada malam itu tidak seorangpun berada di sampingnya.



“Sebut satu keinginanmu,” ucap seorang perempuan berjaket abu-abu di sebelahnya. Tapi ia tak berkutik sedikitpun hingga perempuan itu menepuk pundaknya.

“Sebut saja, kau bisa memanggilku Perrie,” kata perempuan itu memperkenalkan dirinya.

Langit semakin gelap dan puncak acara malam itu sudah berakhir. Sisa kembang api yang sedari tadi diletupkan sudah menjadi abu. Bahkan pada malam itu tidak seorangpun berada di sampingnya.

“Happy Birthday Allisa,” kata Perrie sambil mengulurkan tangannya dan tersenyum tulus.

Allisa sontak kaget. Perlahan ia mendongakkan kepalanya untuk melihat Perrie yang berada di sampingnya.

“Aku ingin ... Nald ada disampingku,” pinta Allisa setelah menyambut uluran tangan Perrie. Perrie tersenyum lagi untuk kesekian kalinya.

Tiba-tiba angin bertiup begitu kencang menyapu rambutnya yang digerai. Perrie mendekati Allisa dan kemudian memeluknya erat seakan menahan kepedihan yang tiada tara.

“Kau tahu Nald takkan kembali, dan sihir itu tak bisa kulakukan, tapi aku janji akan mengabulkannya.” Kata-kata itu mengalun dengan indahnya bersamaan dengan kepergian Perrie.

Tiba-tiba seberkas cahaya berwarna oranye datang bersamaan dengan sesosok manusia yang selama ini ia kenal sebagai Naldi Affandi. Laki-laki yang sudah disukainya sejak SMP.

Namun perasaan itu harus tertanam saat Nald harus pergi untuk selamanya. Nald ditemukan tenggelam tak bernyawa saat kakinya tiba-tiba keram dan tidak seorangpun melihat kejadian itu.

Sekarang sosok Nald tepat berada di depannya. Ia memasang raut wajah bahagia, dengan bulu mata yang tebal, matanya terlihat melebar ceria, senyumnya gembira dengan memperlihatkan gigi-giginya yang rapi.

Happy Birthday Alisa Januari. Aku tahu kau menyukaiku, dan ternyata akupun begitu, hanya saja waktu tidak berpihak padaku, namun bisakah kunyatakan sekarang? Bahwa akupun sudah menyukaimu sejak pertama kali kita bertemu, jangan sedih lagi, My Lisa.” Nald tersenyum tulus sembari memeluknya.

2017,  ia resmi berumur 17 tahun. Tahun dimana Nald menyatakan cintanya dan ia bertemu Perrie. Serta tahun baru terbaik yang bersamaan dengan ulang tahunnya serta mengubah segalanya.

***

#RWCOdopBatch7
#OneDayOnePost

Continue reading →
Saturday, 24 August 2019

My Rose

0 comments

"Ketika kau merasa dikhianati tanpa tahu penyebab penyakit hati yang kian membekas hingga melumpuhkan kesadaran dan berakhir penyesalan" (My Rose)





“Aku juga mencintaimu.” Suaranya membuyarkan lamunanku.

Kala itu, aku menatap bintang-bintang di malam hari, yang bersinar terang seperti dirinya. Aku terhanyut dan terbawa arus pada hal terindah saat dia senyum menatapku.

Kala itu, aku sangat gembira hingga ingin kubawa bulan itu dari atas sana. Karena saat itu, ia menerima cintaku dan mengungkapkan perasaannya.

Tapi sejak seminggu yang lalu, dia yang kerap dipanggil Delsa memalingkan wajahnya. Menatap bengis wajahku setiap kami bertemu.

Dua minggu hingga sebulan lamanya, dia menghindar dariku. Seperti ketakutan akan kehilangannya, hatiku tiba-tiba bergejolak, ingin bertanya sebab kenapa Delsa yang ceria menjauh dariku.

“Delsa,” panggilku keras sembari berlari mengejar dirinya.

“Jangan mengejar, tolong berbaliklah, aku tidak benar-benar mencintaimu.” Delsa berlari, dia hanya meninggalkan ucapan yang membuatku tertohok.

Delsa benar-benar pergi, dan aku benar-benar membencinya. Mawar merah yang dulu kuberikan padanya ingin kugoreskan di tangannya.

Tapi kenangan itu membuat mataku berair. Kakiku jatuh lunglai ke tanah, mawar hitam itu ingin kulukis berwarna merah seolah ingin Delsa kembali.

Aku tak pernah membayangkan Delsa menyayat nadinya. Perjalanannya masih panjang, tapi karena tekanan keluarganya, dia harus pergi selamanya.

Mawar hitam itu menjadi saksi tragis pupusnya cintaku, hilangnya harapanku, dan kesalahanku yang telah membencinya. Sejujurnya, aku menangis, ingin berteriak agar dia kembali.

Continue reading →

Labels

Cerpen (37) Wacana (18) Artikel (12) Puisi (8) Drabble (7) Sad Story (7) Review Blog (3) Ulasan (3) Essay (2) Lagi Viral (2) Resensi (2) Review Film (2) Review Series (2) Tips (2) Biografi (1) Quotes (1)