ALT_IMG

Want to Read?

Thank you so much for come. Akan sangat dihargai bila setelah dibaca berikan kritik dan saran, tapi yang membangun ya. Mungkin kita bisa berteman. You Guys Are Amazing Readmore...

ALT_IMG

Featured 2

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit, sed diam nonummy nibh euismod tincidunt ut laoreet dolore magna aliquam erat volutpat. Ut wisi enim ad minim veniam, quis nostrud exerci tation ullamcorper suscipit lobortis nisl ut aliquip ex ea commodo consequat Readmore..

Alt img

Featured 4

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit, sed diam nonummy nibh euismod tincidunt ut laoreet dolore magna aliquam erat volutpat. Ut wisi enim ad minim veniam, quis nostrud exerci tation ullamcorper suscipit lobortis nisl ut aliquip ex ea commodo consequat Readmore...

ALT_IMG

Featured 4

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit, sed diam nonummy nibh euismod tincidunt ut laoreet dolore magna aliquam erat volutpat. Ut wisi enim ad minim veniam, quis nostrud exerci tation ullamcorper suscipit lobortis nisl ut aliquip ex ea commodo consequat Readmore...

ALT_IMG

Featured 5

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit, sed diam nonummy nibh euismod tincidunt ut laoreet dolore magna aliquam erat volutpat. Ut wisi enim ad minim veniam, quis nostrud exerci tation ullamcorper suscipit lobortis nisl ut aliquip ex ea commodo consequat Readmore...

Showing posts with label OneDayOnePost. Show all posts
Showing posts with label OneDayOnePost. Show all posts
Friday, 13 September 2019

Schwester

10 comments
Ketika rahasia mampu membuat kau menjadi orang yang berbeda


“Berhenti, kumohon!” pinta seorang perempuan yang sudah berlumuran darah disamping kekasihnya. 

“Kau ingin aku berhenti, Anne?” tanya perempuan yang sekarang berhenti melayangkan palu ke wajah kekasihnya. 

“Kau tidak akan mendapatkan apa-apa Frey, tujuh orang ini tidak akan mengembalikan adikmu,” ungkap Anne sambil merangkul kekasihnya yang wajahnya sudah hancur oleh palu tebal itu. 

Frey kemudian menjatuhkan palunya saat ia mendengar sirene polisi membentur gubuk kecil tempat Anne dan teman-temannya dibunuh dengan keji. Hanya Anne yang tersisa, hanya Anne yang masih bisa menghirup nafas tanpa diteror oleh pembunuh seperti Frey yang merupakan bagian masa lalunya. 

“Brian memperhatikanmu Anne,” kata Frey saat Anne masih berteman akrab dengan Frey dua tahun yang lalu. Frey bukan hanya baik, namun ia jugalah yang menyatukan Anne dengan Brian. 

Namun sehari setelah itu, Frey menemukan adiknya tewas bunuh diri di kolam renang. Frey yakin Friska 
-adiknya-  tidak mungkin tenggelam karena Friska sangat menyukai air dan mahir dalam berenang. 

“Aku yakin Friska menderita saat kakaknya sendiri mengaturkan hubungan Brian dan menghancurkan hatinya.” Kata-kata itu masih terngiang di kepala Frey saat tak sengaja ia dengar pembicaraan teman adiknya. 

Seminggu setelah itu, Frey yakin adiknya bunuh diri dan ia membalaskan dendam pada semua yang berkaitan dengan Brian, termasuk Anne. 

***

Schwester (Jerman) =Sister (Inggris)
#RWCOdopBatch7
#OneDayOnePost

Continue reading →
Wednesday, 11 September 2019

Silent Love

38 comments
"Aneh rasanya saat seorang perempuan menyatakan perasaannya padaku, kali pertama aku melihat rapuhnya hati"



"Aku menyukaimu," ucap perempuan itu dengan air mata. Ia menatapku pilu, mengharapkan setitik rasa kasihanku untuk membalas perasaannya. Namun tak ada sedikit pun rasaku untuknya.

Ia kemudian mundur saat paham mengartikan senyum pahit yang terlukis di bibirku. Benar, aku memang tidak mencintaimu. Dan tanpa sadar kata itu keluar dari mulutku. 

"Tak pernahkah aku layak mendapatkan perhatian itu? Apakah aku salah jika menyukai pacar sahabatku sendiri yang seharusnya itu menjadi milikku? Aku lebih dulu kenal kamu, Fahmi." Aku tidak tega saat ia mengucapkan kata itu sembari meneteskan air mata. 

Aku tidak ingin semuanya berakhir buruk, apalagi aku tahu Dinda akan sangat marah ketika sahabatnya menangis karena ulahku. Tapi aku juga tidak ingin persahabatan mereka hancur hanya karenaku. Mungkin benar, ini semua salahku yang terlalu larut akan situasi. 

Aku dan Clara -perempuan itu- sudah bersahabat sejak lama. Tapi aku tidak pernah tahu perasaannya hingga beranjak SMA, dan saat itu pula Dinda membuatku berbunga-bunga. Tingkah konyolnya, cerianya, sangat berbeda dengan Clara yang kalem dan mencintaiku dalam diam.

Aneh rasanya saat seorang perempuan menyatakan perasaannya padaku, kali pertama aku melihat rapuhnya hati Clara yang kutahu seorang yang kuat. "Bodohnya aku," ucapku tanpa sadar.

"Sejak kapan?" Tanyaku pada Clara. 

"Kelas dua SMP." Clara menjawab dengan lirih.

Aku tiba-tiba teringat sesuatu. Saat Alvi bercerita tentang perempuan yang menyukaiku dan selalu menghiburku dengan buku ceritanya. Tapi aku tidak pernah sadar bahwa itu Clara. Katanya, tawaku itu menular. 

"Aku akan memutuskan Dinda," ujarku spontan. 

Tiba-tiba Clara mendekati dan menamparku hanya dalam hitungan detik. "Apa kau gila?" Tanyanya. Aku mengerling bertanya-tanya, apa sebenarnya maunya. 

"Aku hanya ingin tau perasaanmu, aku ingin menyatakannya sejak dulu tapi aku sudah terlambat. Dan aku tidak ingin menyesal lagi sekarang," jawab Clara yang seolah membaca pikiranku. 

Dan detik itu pula, aku hanya terpaku. Melihat Clara berjalan membelakangiku dengan perasaan campur aduk, begitu pula dengan pikiranku yang bertanya-tanya perihal apa yang baru saja terjadi. 

Sampai akhirnya aku mendapatkan beberapa pesan dari pengirim yang sama dan cukup membuat jantungku berdesir hebat. Harusnya sedari awal aku sudah tahu, ada sepasang mata tak sengaja mengetahui peristiwa itu.

  • "Ada apa dengan kalian?"
  • "Jawab."
  • "Hello?"
  • "Apa kau mnyakitinya? Atau klian yng sdang mnyakitiku?"

***
#RWCOdopBatch7
#OneDayOnePost







Continue reading →

Malaikat Tanpa Sayap

35 comments


    Malaikat adalah makhluk suci dan sangat istimewa di setiap sudut pandang umat manusia, tapi ketika semua orang berpikir bahwa malaikat itu harus bisa terbang dan hanya berada di langit serta tak kasat mata, maka ungkapan itu salah. Bahwa di setiap sudut dunia, bahkan yang tak memiliki atap sekalipun, pasti terdapat malaikat, bernyawa dan berkurang umurnya, tapi memiliki beribu kasih sayang yang sangat tak terbatas. Dialah, sang ibunda, malaikat tanpa sayap.      Menurut KBBI, ibu hanyalah seorang perempuan yang melahirkan seseorang, dan menurut wikipedia, ibu adalah orang tua perempuan seorang anak, baik melalui hubungan biologis maupun sosial dan umumnya, ibu memiliki peranan yang sangat penting dalam membesarkan anak, dan panggilan ibu dapat diberikan untuk perempuan yang bukan orang tua kandung atau dari seseorang yang mengisi peranan ini.     
    Bahkan  di Indonesia, terdapat bermacam-macam sebutan dengan bahasa daerah hanya untuk dilontarkan pada ibu, seperti, Enyak dari Betawi dan Bali, Emak dari Sunda, Inaq dari Lombok, Inang untuk Batak Toba, Nande untuk Batak Karo, Amak untuk Minangkabau, Umai untuk Dayak Ngaju, Umak untuk Basemah, Ibuk untuk Jawa, dan Bonda untuk Kepulauan Riau.    
    Tapi, ibu tidak hanya sekedar melahirkan atau membesarkan, ibu adalah sosok pribadi yang tegar dan selalu menghadapi kesulitan bahkan di saat yang tidak ia inginkan. Ketika seorang anak selalu berkata pada diri sendiri tentang rumitnya hidup, maka ibulah pemilik beban terberat dari awal sejak ia melahirkan.     Sosok yang terus menerus mencoba bahagia walau serba kekurangan, hanya untuk menghibur sang buah hati yang sangat ia sayangi. Maka celakalah orang yang tidak menganggap ibunya setelah sukses, dan bersyukurlah bagi orang yang selalu mengutamakan ibu bahkan saat tua renta.     
    Sayap itu tidak pernah terlihat, tapi selalu terasa bergoyang saat memeluk sosok perempuan yang tidak semakin muda, tapi mulai keriput wajahnya. Mengajarkan seorang anak tentang agama, lingkungan, dan selalu mendengar keluh kesah bahkan saat lidah itu belum bisa berucap setiap kata dengan sempurna.
    Dialah, ibunda yang selalu berusaha menahan air mata sang buah hati saat menangis, ibunda yang selalu mendukung pekerjaan sang anak, atau bahkan rela bersikap seperti anak kecil hanya untuk melihat anaknya sendiri tertawa. Karena ungkapan Kasih ibu sepanjang masa” tidak hanya sekedar kata-kata lalu yang terlupakan, tapi justru melekat di setiap jati diri pemuda-pemudi yang tumbuh dari masa ke masa. Sehebat itulah, malaikat itu bertahan.    
    Ketika sayap itu mulai berpatahan, seperti kebutuhan material dan psikologis yang kian rumit sampai harus negoisasi dengan kepala rumah tangga, ibu tidak pernah berusaha menjatuhkan buliran air mata itu hanya untuk menarik perhatian anaknya. Karena setegar itulah, malaikat itu berjuang.    
    Setiap anak ingin sukses, mereka berlomba-lomba sukses agar mendapat pasangan dan kaya raya, tapi ketika mereka sudah memiliki pasangan yang cantik maupun tampan, dan memiliki kekayaan tiada habis, mereka lupa tentang siapa yang membimbing mereka hingga sukses, tentang siapa yang terus menerus mendoakan mereka dalam doanya. Kebanyakan para ibu merelakan haknya untuk dicaci maki dan tidak diakui, padahal sebelumnya pernah berjanji untuk merajut sayap-sayap itu agar mekar kembali.    
    Maka dari itu, berterima kasihlah tentang semua hal yang telah diperjuangkan dan dipertahankan oleh sang ibunda bahkan saat punggung itu tak lagi mampu menahan sayap yang semakin berat, dan memohon maaf pada sang ibunda yang pernah dibentak hanya karena suatu hal sepele dan ibu menghindari pertengkaran seraya memilih tersenyum dan diam. Semua dilakukan hanya untuk melihat buah hati yang dikandung sembilan bulan itu terus tumbuh tanpa membenci ibunya.    
    Sang ibu adalah sang malaikat yang berwajah rupawan, lembut hatinya, dan selalu ada di saat suka dan duka, surga di bawah telapak kakinya, ridho Allah juga karena ridhonya, punggung itu, adalah punggung perempuan terhebat dan seakan bercahaya karena sayap itu semakin mekar. Tak terlihat, tapi bisa dirasakan, dan sang ibu benar-benar sosok seorang malaikat yang diturunkan ke muka bumi, hanya agar semua orang menyadari, bahwa malaikat itu benar-benar ada, tak bersayap, tapi membantu anak-anaknya untuk melebarkan sayap, bahkan saat miliknya sendiri sudah rapuh dimakan waktu. Bahwa apa pun akan dilakukan sang ibu hanya untuk membahagiakan anak-anaknya, sekalipun harus mengorbankan nyawanya.
Continue reading →

Labels

Cerpen (37) Wacana (18) Artikel (12) Puisi (8) Drabble (7) Sad Story (7) Review Blog (3) Ulasan (3) Essay (2) Lagi Viral (2) Resensi (2) Review Film (2) Review Series (2) Tips (2) Biografi (1) Quotes (1)