ALT_IMG

Want to Read?

Thank you so much for come. Akan sangat dihargai bila setelah dibaca berikan kritik dan saran, tapi yang membangun ya. Mungkin kita bisa berteman. You Guys Are Amazing Readmore...

ALT_IMG

Featured 2

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit, sed diam nonummy nibh euismod tincidunt ut laoreet dolore magna aliquam erat volutpat. Ut wisi enim ad minim veniam, quis nostrud exerci tation ullamcorper suscipit lobortis nisl ut aliquip ex ea commodo consequat Readmore..

Alt img

Featured 4

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit, sed diam nonummy nibh euismod tincidunt ut laoreet dolore magna aliquam erat volutpat. Ut wisi enim ad minim veniam, quis nostrud exerci tation ullamcorper suscipit lobortis nisl ut aliquip ex ea commodo consequat Readmore...

ALT_IMG

Featured 4

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit, sed diam nonummy nibh euismod tincidunt ut laoreet dolore magna aliquam erat volutpat. Ut wisi enim ad minim veniam, quis nostrud exerci tation ullamcorper suscipit lobortis nisl ut aliquip ex ea commodo consequat Readmore...

ALT_IMG

Featured 5

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit, sed diam nonummy nibh euismod tincidunt ut laoreet dolore magna aliquam erat volutpat. Ut wisi enim ad minim veniam, quis nostrud exerci tation ullamcorper suscipit lobortis nisl ut aliquip ex ea commodo consequat Readmore...

Saturday, 11 July 2020

My Favorite Writer

0 comments

Halo. Selamat sore semuanya, di topik yang kali ini aku akan menceritakan tentang penulis buku dan buku favorit aku.

Bahasan kali ini aku memang tidak formal karena ini lebih menceritakan tentang kesukaan aku. tentu saja berkali-kali aku sudah mengatakan bahwa penulis buku favorit aku adalah ilana Tan.

Seorang penulis yang misterius tapi sudah kukagumi sejak SMP. Teman-temanku menyukai novel dan hobi membacanya dan aku pun meminjam novel mereka.

Aku ingin sekali rasanya ketika meminjam harus bertanggung jawab. Pada saat itu tu aku pernah membuat novel temanku basah dan dia sangat marah, tapi aku berusaha untuk mengganti dan mengeringkannya. Walaupun pada akhirnya aku termasuk orang yang tidak dia percayai.

Kita lewati bagian SMP, aku sangat menyukai ilana Tan sejak aku membaca tetralogi 4 musimnya dari mulai autumn in Paris. Autumn in Paris ini menceritakan tentang seorang yang berada di musim gugur. Aku pernah membuat resensi tentang novel ini dan aku juga pernah membuat resensi tentang novel winter in Tokyo.

Setidaknya buku favorit yang aku baca kala itu adalah autumn in Paris tapi sayangnya buku ini tidak happy ending dan aku tersedu-sedu membacanya dan yang kedua adalah winter in Tokyo.

Winter in Tokyo adalah tetralogi 4 musim dari ilana Tan yang berkaitan dengan autumn in Paris. Winter in Tokyo ini bercerita tentang seseorang wanita yang menyukai pria kemudian pria itu mengalami benturan dan lupa ingatan serta tidak ingat dengan perempuan itu.

Novel ini sebenarnya happy ending tapi tentu saja bukan ilana Tan namanya jika tidak menguak emosi para pembaca di awal cerita apalagi ketika laki-laki itu hilang ingatan rasanya ada yang menancap hati.

Berawal dari pertemuan tidak disengaja dan akhirnya jatuh cinta. Tapi seolah takdir berkata lain, ingatan sementara itu dihapuskan hanya beberapa bulan terakhir, dimana perempuan itu belum ada dalam hidupnya.

Dulu sekali sewaktu SMP aku pernah bermimpi ingin bertemu dengan ilana Tan, penulis buku favorit aku. Oleh karena itu aku mencari di sosial media dan foto-fotonya tapi tidak ditemukan sebenarnya bagaimana wujudnya.

Ilana Tan memang sangat misterius tapi aku tetap suka dengan tulisannya. Buat kalian yang tidak tahu siapa ilana Tan atau belum pernah membaca novelnya mungkin kalian tahu filmnya: winter in Tokyo sudah diangkat ke layar kaca yang diperankan oleh Pamela Bowie dan Dion wiyoko selain tetralogi empat musim, ada film "Sunshine becomes you" yang menjadi pelengkap diantara keempat buku itu juga sudah diangkat ke layar kaca dan diperankan oleh Nabila JKT48 dan herjunot ali.

Film-filmnya bagus tapi banyak penonton yang menyayangkan banyak adegan-adegan yang kurang ekspektasi dan lebih nyaman jika di baca saja di dalam novel. Ilana Tan, such a good writer. All the way, novel maupun filmnua tentunya sama sama bagus. Sebagai pembaca, aku sangat berharap kalian juga membaca novel romansa yang penuh cinta tersebut.



Continue reading →
Friday, 3 July 2020

SEBUAH MOMEN DAN RENUNGAN

0 comments
Pengalaman pertama istri melahirkan pasti banyak dirasakan oleh para suami. Bagi saya sendiri yang belum berumah tangga, tapi saya yakin bahwa ayah saya pernah merasakan saat-saat mengharukan ketika ibu melahirkan saya.

Banyak sekali mitos tentang ibu hamil juga yang bisa membuat ayah kita kadang kala bingung, banyak maunya, banyak pula pantangannya. Namun itulah pengalaman yang membuat ayah makin menyayangi ibu. Momen berkesan kehamilan dan persalinan tentunya sudah dirasakan oleh ibu saya. 

Kerap ibunda mengatakan bahwa saat itu ia sangat berjuang untuk membesarkan saya dalam perutnya selama sembilan bulan. Bukan waktu yang sebentar, jadi kalau mau melawan kepada ibu rasanya sangat kejam sekali. Ibunda melahirkan kita tanpa pernah memikirkan hidup dan mati, hanya rasa sakit yang dirasakan namun patut untuk diperjuangkan. 

Sesempurna itu perjuangan ibu sampai semuanya harus terasa hati-hati. Bahkan ibu saya juga mengakui bahwa mitos tentang ibu hamil itu benar-benar ada. Salah satunya adalah,  berbaring tengkurap membahayakan janin. Walaupun dilansir dari beberapa media elektronik bahwa janin sangat terlindungi dan tersembunyi jauh di dalam rahim yang berotot. Artinya seorang perempuan hamil dapat berbaring dan tidur di perutnya selama itu membuatnya nyaman.

Namun ibu saya mengakui bahwa ia pernah menjaga agar tidak melakukan itu. Orang jaman dulu memang sering kali percaya akan mitos. Dan beranggapan bahwa mitos itu adalah fakta. Padahal keduanya berbeda. Namun ada mitos tentang ibu hamil yang juga salah. Sepeti tidak apa jika minum alkohol sesekali, padahal ketika seorang perempuan hamil minum segelas anggur atau bir, kandungan alkoholnya akan tersalurkan ke bayi. Alkohol dapat lewat dengan bebas melalui plasenta.

Oleh karena itu pula, ibu bahkan menganggap bahwa alkohol itu tidak akan pernah baik. Ibu menghindari minuman keras, atau stress agar bayi dalam kandungan selalu nyaman. Semua hal dilakukan agar kita tetap bisa hidup dan lahir ke dunia.

Bagi saya yang bukan seorang ibu, tapi tahu betul perjuangannya. Bahkan seorang perempuan dilatih untuk menjadi seorang ibu, oleh karena itu tetap baiklah kepada orangtua, entah itu ayah atau bunda, Karena ketika ibunda melahirkan, ayahlah yang selalu berada di sampingnya. Memberikan semangat, memegang tangannya, berbagi kesedihan dan tangisan kala momen kelahiran itu akhirnya tiba.

Ibunda memang membesarkan, mengandung, tak ada yang sepadan dengan perjuangan itu sekali pun dibayar dengan uang, tapi jangan lupakan ayah, karena ia yang selalu memberi nafkah, menyenangkan ibu ketika ia hendak meminta sesuatu (mengidam), ayah pula yang akan mengazankan pertama kali ketika kita sampai ke dunia. 

Momen berkesan kelahiran adalah ketika akhirnya lega bayi yang dikandung selama ini bisa disentuh, menangis seperti bayi pada umumnya. Benar-benar usaha yang terbayar. Semuanya sudah diatur oleh Yang Maha Kuasa, kehidupan di dunia sudah ditakdirkan, jadi apapun yang terjadi, semuanya adalah yang terbaik. Insha Allah, keluarga kami utuh, tidak ada yang cacat ketika lahir. Pasti ayah dan bunda sangat bersyukur ketika keempat anaknya lahir dan dibesarkan dengan penuh cinta. :)
Continue reading →
Thursday, 25 June 2020

WAKTU DAN KESEMPATAN

0 comments



Selama pandemic COVID 19, banyak mahasiswa, pelajar yang disarankan untuk kuliah online. Bahkan sistem pembelajaran online itu sudah merebak hampir seluruh Indonesia. Kenapa hampir? Karena masih banyak saya lihat siswa SMA yang masih masuk sekolah dan bertatap muka di kota saya. 

Walaupun begitu, saya sendiri juga mahasiswa yang mengikuti kuliah online, adik saya yang masih SMP juga begitu. Tapi jujur saja, sistem online memiliki pembelajaran yang lebih susah. Kenapa? Kita harus mengirimkan ujian, ataupun tugas melalui email dengan tenggat waktu yang sangat tipis, jadi kita terburu-buru mengerjakan bersamaan dengan waktu scannya.

Kebijakan pendidikan selama pandemic sebenarnya menurut saya tidak merugikan, justru bagus apalagi social distancing untuk menghindari tular menular penyakit. Bahkan menurut kampus saya, ada kemungkinan semester tujuh akan tetap berlangsung kuliah online.

Alih-alih kuliah online, sebenarnya itu adalah cara yang bagus untuk belajar dari rumah. Sama halnya dengan hobi kita yang misal suka menulis, maka menulislah dari rumah. Berkaryalah dari rumah. Tidak ada yang tidak bisa dikerjakan jika kita mau berusaha. Oleh sebab itulah belajar dari rumah itu sangat penting.

Saya sendiri melakukan pembelajaran dengan cara menggunakan laptop, melihat bahan yang sudah diberikan oleh dosen, lalu mengerjakan presentasi, mengerjakan tugas dengan tenggat waktu yang diberikan. Semuanya dilakukan dengan sangat maksimal agar IP selama kuliah online ini tetap bagus.

Jadi menurut saya, tidak ada yang salah dengan kebijakan pendidikan selama pandemic ini, yang terpenting tidak membuat kita malas apalagi waktu belajar digunakan untuk bermain game, berleha-leha dengan social media. Semoga kita semua diberikan waktu dan kesempatan untuk berkarya dan belajar lebih banyak lagi. 
Continue reading →
Sunday, 21 June 2020

MY LOVELY BOY

0 comments

Hari ini sangat panas, aku bahkan tidak tau bahwa aku berada di Sibolga. Mungkin aku orang terbodoh yang tidak menyadari kehidupanku sebenarnya. Hahaha, aneh ya aku. Namaku Laura Era Nauli Situmorang . Aku memang orang batak dan ofcourse, logatku juga begitu walau terkadang aku lebih banyak berbahasa Indonesia.

“Woy!, ngelamun aja lo!” sebuah tepukan di bahuku sukses membuatku kaget dan menoleh pada sekumpulan teman-teman menyebalkan ku.

“Ngelamunin sapa si lo? Pacar? Ciyeee yang lagi jatuh cinta” kali ini cindy yang menggodaku. Astaga, aku lupa bahwa aku sedang di sekolah, tepatnya diruangan X MIA 3, ruangan yang tiada hari tanpa ribut dan konyol, terkadang aku malas berada disini. Ini sudah 2 minggu lamanya sejak MOS berlangsung. Dan aku masih belum hafal nama teman-teman sebayaku disini. Huh…

“Apaan sih, pacar aja gapunya” kataku sebal, aku tau mereka menyindirku, Ruth , Cindy dan Yora selalu menyindirku yang tidak punya pacar , padahal pacar kan gapenting juga.

Hening seketika, aku tau apa penyebab keheningan ini , Itu karna….. “Woy, guru datang” dan semuanya pun diam dan duduk ditempat masing-masing. Jhon yang menjabat menjadi ketua kelas akhirnya menyuruh kami berdiri dan memberi salam kepada Ibu Zulfayeni, guru yang masuk sekarang.
“Karna buku belum dibagikan , jadi kita membahas soal yang saya berikan” Itulah kata terakhir ibu zulfa sampai bel berbunyi.

KRING KRING!! , bel SMA negeri 1 itu berbunyi , semua murid berhamburan keluar , tak terkecuali aku, aku bahkan ingin tidur pada les terakhir yang dibawakan oleh Ibu Sitorus, guru kimia yang ergghh menyebalkan dan killer abis .

Baru beberapa menit aku melangkahkan kaki, sebuah tangan menarik tas ku sehingga mau tidak mau aku harus berhenti. Aku berbalik dan melihat seorang cowok yang kurasa sekelasku.

“Maaf aku mengganggumu , tapi , aku menemukan ini jatuh dari tasmu” katanya sambil memberikan sebuah pulpen yang sangat familiar dimataku , dan kurasa itu memang pulpenku. Aku menerimanya sambil tersenyum dan berterima kasih padanya. Dia hanya mengangguk sambil pergi meninggalkanku yang masih terpaku. Gerakannya seperti kilat , memandang mataku dengan lekat. Siapa dia? Aku tau caranya… Aku buru-buru masuk kedalam kelas, dan melihat denah kelas yang terpampang rapi dimejaa guru. Dan kulihat namanya.. Rafael Simarmata….
Continue reading →
Wednesday, 17 June 2020

NEW NORMAL: "BAGIKU SAMA SAJA."

1 comments
Sebagai seorang manusia, kita memang tidak bisa kebal dari penyakit. Apalagi sejak adanya virus corona yang marak di Indonesia. Bahkan di semua negara. Penting bagi kita untuk tetap mengikuti aturan pemerintah, entah itu di rumah saja, atau bisa keluar dengan catatan adanya perubahan perilaku Pemerintah Indonesia telah mengumumkan rencana untuk mengimplementasikan skenario new normal dengan mempertimbangkan studi epidemiologis dan kesiapan regional.


Peraturan Pemerintah nomor 21 Tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam rangka percepatan penanganan COVID-19 telah menyatakan, PSBB dilakukan salah satunya dengan meliburkan tempat kerja. Namun dunia kerja tidak mungkin selamanya dilakukan pembatasan, roda perekonomian harus tetap berjalan.


Nah salah satu dari new normal adalah banyak tempat-tempat seperti Mall, dibatasi prosedurnya. Artinya tidak sembarang bisa masuk, dan sebelum masuk pun, harus diperiksa agar benar-benar terbebas dari corona. Hal ini juga dilakukan dengan cara mengubah beberapa perilaku tertentu. Banyak dari kita yang masih menganggap sepele tentang kasus ini. Padahal sudah ada empat puluh ribu kasus yang ada di Indonesia.

Perubahan perilaku yang wajib diterapkan adalah dengan peduli pada diri sendiri, selalu memakai masker jika ada kebutuhan mendadak untuk keluar, selalu mencuci tangan menggunakan air bersih atau handsanitizer. Selain itu, jaga kesehatan, jangan terlalu sering begadang. Banyak hal yang bisa dikerjakan bermanfaat selama pandemic. Jadi jangan pernah menyia-nyiakan kesempatan itu.

Jika kita memiliki hobi menulis, seperti aku, kerap menuliskan pengalaman, blog, atau novel walaupun sekadar dibaca untuk diri sendiri, karena itu lebih bermanfaat daripada keluar rumah. Selain itu, aku juga belajar, untuk menyelesaikan ujian dalam keadaan daring, dan juga membantu pekerjaan di rumah. Apalagi ayahku sedang sakit, jadi kami sekeluarga berusaha untuk tidak menambah beban penyakit di rumah ini.

Selain dengan perubahan perilaku, kita juga setiap hari lebih berhemat, bukan? Apalagi khusus aku anak kuliah yang selama pandemic tidak mengeluarkan biaya untuk makan. Adapun sumber keuangan kedua aku selain dari uang bulanan orang tua yang pernah dikirim, kebetulan aku adalah seorang penerima beasiswa, jadi uang itu aku pergunakan untuk memenuhi kebutuhan daring. 

Bagiku menghemat adalah suatu godaan, banyak onlineshop yang membuat diskon besar-besaran, tapi bagi seseorang mahasiswa yang tidak punya uang bulanan, rasanya merawat diri pun, sangat susah apalagi pekerjaan orang tua juga tidak seberapa dan dalam keadaan sakit pula. Jadi, aku sekalian ingin menumpahkan keluh kesahku selama pandemic. 

Aku sudah seminggu sakit pilek, batuk, setelah sebelumnya keponakanku yang sakit. Dan itu mungkin pemicunya adalah kedekatan kami. Walaupun banyak himbauan social distancing, tapi itu tidak berlaku karena di sini pun masih zona hijau. Memang, pola pikir orang di sini masih aman-aman saja, Tapi kami juga mematuhi pemerintah, dan tidak akan masuk ke tempat yang dilarang apalagi keramaian. 

Sudah seminggu tak kunjung hilang, sejujurnya aku lebih khawatir dengan ayahku. Dia semakin hari semakin kurus. Berat badannya menyusut tiga puluh kilogram, mungkin lebih. Ayahku itu pemimpin, penggerak pekerjaannya, jadi dalam keadaan sakit pun ia ingin keluar rumah juga untuk bekerja padahal itu baik untuknya. Bersyukur, aku punya ayah yang kerja keras untuk anaknya, sudah beberapa hari ini kami makan tidak teratur, tapi ayahku masih sempat untuk memberikan makan enak. 

Sebenarnya aku juga tidak ingin memberatkan, aku hanya kadang-kadang saja minta uang jajan. Aku lebih sering menggunakan sumber keuangan keduaku, kebetulan aku punya mbanking. Bagiku new normal ataupun tidak, rasanya di kota sama saja. Karena kota ini juga termasuk zona hijau yang kalau aku lihat cafe dan supermarket, masih banyak pengunjung. 

Tapi aku berdoa, semoga di tempat lain, di kota-kota terkena COVID-19 dapat dilindungi Allah swt. Mereka diberikan ketabahan, dan juga tidak menyalahgunakan New Normal sebagai ajang untuk party. New Normal yang diberlakukan kiranya dapat membuat semua ini lebih baik. Karena bercermin dari negara lain, justru sejak adanya New Normal, maka kasus kian bertambah, bahkan yang sudah tidak ada pun, menjadi ada. Tentunya baik zona hijau maupun zona merah, harus selalu waspada terhadap pengunjung dari negara lain, atau dari kota lain. Kita tidak pernah tahu seperti apa keadaan negeri ini di masa depan, tapi semoga semuanya baik-baik saja. Seperti aku tidak tahu kondisi ayahku sekarang padahal setahun yang lalu masih sehat dan bugar.
Continue reading →
Sunday, 14 June 2020

Diri Manusia

1 comments




“Mohon maaf Mba, jika ingin masuk ke dalam silahkan pakai masker terlebih dahulu.” Husna menghela napas sembari keluar dan menaiki sepeda motornya. Kakaknya di belakang hanya geleng-geleng kepala lantaran Husna sudah diingatkan oleh Rahma.
“Tuhkan, aku bilang juga apa. Jadinya bolak-balik gini, kan,” ujar Rahma. Husna membawa sepeda motor itu dengan hati-hati menuju rumahnya. Di sepanjang jalan, memang daerah itu punya spanduk bertuliskan, “Daerah Wajib Pakai Masker”. Tapi, seperti yang dijelaskan tadi, Husna orangnya memang keras kepala.
Sebenarnya yang di pikiran Husna sepanjang jalan adalah kapan pandemic ini akan berakhir, ia terlalu lelah untuk tetap berada di rumah. Ia merindukan masa di mana karaokean bersama sahabatnya, makan bersama, jalan-jalan, dan berfoto di mana pun kita mau. Andai kondisinya tidak seperti saat ini, orang-orang selalu was was untuk makan di manapun, berfoto di manapun, takut jika ada orang lain yang positif COVID 19 dan memegang tempat-tempat di area tersebut.
Seperti yang diketahui banyak orang, coronavirus adalah suatu kelompok virus yang dapat menyebabkan penyakit pada hewan atau manusia. Bahkan jenis ini bisa menyebabkan infeksi saluran nafas pada manusia mulai dari batuk pilek hingga yang lebih serius seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).
“Husna, ditanyain itu sama satpamnya mau ngapain? Kamu kok melamun terus sepanjang perjalanan.” Rahma menepuk pundak Husna yang baru tersadar akan lamunannya. Mereka duduk sembari menungu antrian dan sesekali melihat perkembangan COVID 19. Sudah ada 784 orang yang meninggal akibat virus mematikan ini di Indonesia. Bahkan ia yang seharusnya kuliah di luar kota harus mengikuti kuliah online.

Setelah Husna selesai mengurus m-bankingnya, mereka pun pulang dan seperti biasa membantu ibunda memasak untuk menyiapkan makan malam. Beberapa kali ibunda terlihat mengeluh sejak bertahan di tengah COVID 19. Banyak bahan pokok yang naik harganya. Untuk itulah, Husna dan Rahma selalu membantu ibu berbelanja.

“Kalian harus hati-hati ya, tukang ayam yang di depan, ada yang terkena corona,” ujar ayahnya. Sebenarnya Husna dan Rahma sama-sama tahu karena beritanya sudah tersebar. Sebenarnya, tukang ayamnya tidak kena, hanya saja laki-laki yang kos di situ yang positif, hal ini diketahui karena laki-laki tersebut mengikuti tes tantara dan berakhir diisolasi. Untung saja, masyarakat dan pemerintah cepat tanggap sehingga di kota ini belum ada satu pun yang kena.

Sejak berita ini menyebar, orang-orang semakin was-was bahkan hampir semua toko memiliki alat untuk menunjukkan suhu badan untuk meminimalisir corona. Bahkan pekerja-pekerja masih ada yang belum lockdown  karena mata pencaharian mereka hanyalah bekera di lapangan. Hal itu pula yang dirasakan Dewi, kakak sepupunya.

“Jadi kalian tetap seperti ini? Tanpa masker?” tanya Husna ketika selesai membeli bahan makanan dan singgah di toko Dewi.

“Ya, begitulah. Kadang-kadang pembelinya sering memaksa untuk cepat, padahal tangan kami cuma dua. Selagi pun, di sini memang orang-orang jarang pakai masker karena komunikasinya lama dan harga masker pun mahal,” jawab Dewi.

Husna dan Rahma saling melihat satu sama lain. Mereka tidak tega melihat orang-orang yang bekerja di lapangan tidak memakai masker dan kemungkinan terjangkit virus mematikan ini. Untuk itulah, mereka berinisatif untuk membelikan stok masker. Kebetulan teman Rahma ada yang berjualan masker dan murah.

Keesokan harinya, mereka mendatangi toko itu lagi, dan kemudian hendak membeli sesuatu kalua tidak saja suara teriakan itu membuat membuat mereka terkejut. Pemilik toko itu sepertinya terlihat marah dan membentak pekerjanya. Mereka melihat dengan mata nanar dan kemudian mendatangi pekerja itu ketika pemilik toko itu pergi.

“Ini, jangan lupa dipakai ya, sekalian handsanitizernya dibagi-bagi ya,” kata Husna sembari membagikan masker dan handsanitizer yang sudah mereka pesan.

“Dia memang suka galak, apalagi saat panas dan ramai begini, terima kasih ya,” jawab Dewi sembari memeluk mereka berdua. 

Kadang-kadang inilah yang dibutuhkan pada setiap diri manusia. Saling berbagi, saling melindungi satu sama lain. Tidak mangacuhkan peraturan pemerintah hanya karena kota itu belum terkena virus mematikan itu. Husna dan Rahma pulang setelah membagikan benda itu. Rutinitas yang ia lakukan setiap hari adalah kuliah online, begitu pun dengan kakaknya.

Hanya saja, kakaknya lebih sering menggunakan waktu luang untuk bermain mobile legend daripada belajar. Sedangkan Husna lebih memilih on social media dan melihat video tiktok orang-orang khususnya yang lagi viral karena petugasnya adalah perawat COVID 19. Setidaknya sebagai mahasiswa hanya itulah yang bisa mereka lakukan.

Continue reading →
Thursday, 4 June 2020

LEMBARAN BARU

3 comments



Hello. Namaku Sulis Rahmadani Hutagalung. Kelahiran 11 Desember di Kota Sibolga. Jika kalian baca bagian ini, artinya kalian ingin berkenalan, bukan? Ini adalah perkenalan sekaligus memulai lembaran baru untuk posting yang lebih rajin dan selalu melakukan hal yang lebih bermanfaat apalagi sejak ayahku sakit. Doain ya. :)

Aku sangat menyukai warna biru.

Hobiku adalah menulis dan menonton film, biasanya tulisan yang kubuat bergenre fiksi dan film yang kutonton bergenre mystery, romance, dan horror . Aku suka sekali dengan film yang mengandung unsur smart tapi pemainnya masih remaja.

Lagu yang sangat kusuka adalah lagu yang enak didengarkan. Tidak penyuka kopi dan senja. Tapi saat aku menyukai satu penyanyi aku akan mencari live musicnya. Begitu juga dengan film, aku akan senantiasa mencari actor dan aktrisnya.

Masih kuliah, semester 6 dan bergelut di bidang listrik yang sebenarnya bukan bidangku. Selain itu, aku mempunyai tiga adik yang di antaranya dua laki-laki dan satu perempuan.

Jika terlalu banyak hal yang kusampaikan saat ini, aku mohon maaf. Aku cuma berpesan, apa pun yang menurut kalian tidak menarik dalam blog ini sepenuhnya adalah selera kalian. Jika ada yang ingin diambil, jangan lupa cantumkan nama penulisnya. Semua tulisan dalam blog ini adalah resmi milik penulis.

Kalian yang ingin berbagi cerita dan masukan untuk next blog silahkan langsung email : sulisrahmadani@gmail.com.

Jangan lupa untuk yang mau berteman saling follow social media, dengan link yang ada pada beranda pojok kanan atas. Jika ada yang mau ditanyakan juga ada pada menu “Tanya Jawab”

Dengan adanya pandemic COVID-19 disarankan untuk semuanya tetap di rumah dan lakukan hal-hal yang bermanfaat untuk tidak keluar rumah. Karena Indonesia sudah memiliki banyak kasus dan dicanangkan agar “stay at home” untuk meminimalisir berkembangnya virus ini.

Jika ada yang punya wattpad boleh dishare juga cerita langsung add ya @sulisrha. Sehari-hari sebenarnya aku membawa Radio dari kampus, jadi kalau ada yang ingin titip salam juga bisa. Sayang, sejak kuliah online, radio itu seakan mati.

Jika ada yang suka membuat video dan sama-sama ingin menjadi content creator boleh difollow Instagram @sulisrha. Dan yang suka menulis juga boleh, karena aku juga merupakan bagian dari komunitas ODOP.

Sekali lagi, apa pun yang dilihat di sini adalah sesuai keinginan penulis. Tergantung sub topik apa yang ingin dibahas. Last but not least, thank you for everyone who read this. You guys Are Amazing. 😊

Continue reading →

Labels

Cerpen (37) Wacana (18) Artikel (12) Puisi (8) Drabble (7) Sad Story (7) Review Blog (3) Ulasan (3) Essay (2) Lagi Viral (2) Resensi (2) Review Film (2) Review Series (2) Tips (2) Biografi (1) Quotes (1)