ALT_IMG

Want to Read?

Thank you so much for come. Akan sangat dihargai bila setelah dibaca berikan kritik dan saran, tapi yang membangun ya. Mungkin kita bisa berteman. You Guys Are Amazing Readmore...

ALT_IMG

Featured 2

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit, sed diam nonummy nibh euismod tincidunt ut laoreet dolore magna aliquam erat volutpat. Ut wisi enim ad minim veniam, quis nostrud exerci tation ullamcorper suscipit lobortis nisl ut aliquip ex ea commodo consequat Readmore..

Alt img

Featured 4

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit, sed diam nonummy nibh euismod tincidunt ut laoreet dolore magna aliquam erat volutpat. Ut wisi enim ad minim veniam, quis nostrud exerci tation ullamcorper suscipit lobortis nisl ut aliquip ex ea commodo consequat Readmore...

ALT_IMG

Featured 4

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit, sed diam nonummy nibh euismod tincidunt ut laoreet dolore magna aliquam erat volutpat. Ut wisi enim ad minim veniam, quis nostrud exerci tation ullamcorper suscipit lobortis nisl ut aliquip ex ea commodo consequat Readmore...

ALT_IMG

Featured 5

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit, sed diam nonummy nibh euismod tincidunt ut laoreet dolore magna aliquam erat volutpat. Ut wisi enim ad minim veniam, quis nostrud exerci tation ullamcorper suscipit lobortis nisl ut aliquip ex ea commodo consequat Readmore...

Monday, 23 September 2019

Lighthouse From Naledi

20 comments
"Ketika kamu terjebak di suatu tempat dan menemukan rahasia kelam dan hampir merusak segalanya."

“Aku tidak ingin mati bodoh di sini,” teriak Dewa sambil menggenggam erat kemudi pesawat yang ditumpanginya. Pesawat ulang-alik yang membunuh lebih banyak orang dibandingkan dengan kendaraan ruang angkasa lainnya dalam sejarah.  

Ledakan Challenger menewaskan tujuh orang, enam astronot dan satu guru, saat peluncuran misi ke-10 pada tahun 1986. Ledakan Columbia menewaskan tujuh orang saat masuk kembali ke Bumi pada tahun 2003. Dan mereka masih terjebak di pesawat yang sama –NASA.

Demi mendapatkan dataset pluto terbaik yang pernah dikumpulkan dengan foto resolusi tinggi, data atmosfer, dan lainnya, mereka harus mengorbankan hidup untuk memulai pengunduhan (downlinking) melalui NASA yang sebelumnya telah diunduh oleh New Horizon –wahana antariksa milik lembaga antariksa Amerika Serikat.

“Kita sudah tiga tahun di sini dan data yang diunduh masih delapan puluh lima persen, aku tidak percaya,” ucap Raka pasrah. 

Tapi Hana –astronot perempuan satu-satunya itu menatap kedua temannya dengan tatapan yang tidak bisa diartikan. Tatapan seakan semua ini akan mulus untuk dilalui.  

Perlahan, dengan sekuat tenaga ia memulai alternatif dan menyimpan puluhan gigabyte data yang telah dikumpulkan oleh New Horizon sebanyak sisa dari data yang barusan mereka kumpulkan untuk nantinya ditransfer ke bumi dalam waktu satu tahun lamanya.

“Hana, apa kau gila?” tanya Dewa sambil memegang erat kemudi pesawatnya.

“Jika kau melakukan ini, kita tidak akan pernah pulang,” bentak Raka berusaha mengambil alih pengunduhan dari tangan Hana.

“Diamlah. Aku tahu apa yang kulakukan.” 

Dalam sepersekian detik, Space Shuttle (NASA) yang mereka tumpangi itu melesat dengan kecepatan 17.500 mil atau dua puluh delapan ribu kilometer per jam menuju Bumi.

***
To be continue... 
Continue reading →
Sunday, 22 September 2019

Ini Basicku. Mana Basicmu?

4 comments
Hello, I'm not a good writer. Such an amateur that gives her best part to make a stories. Based on a true story or fiction.

Dulu sekali sejak SMP aku sudah hobi menulis. Bahkan ada beberapa tulisan yang kumasukkan ke fanpage penulis untuk fanfiction, khususnya anime. Apalagi aku punya teman yang hobinya sama, tapi katanya dia tak sehebat aku dalam merangkai kata-kata. Dialah yang selalu menyemangatiku, namanya Salsha. Orangnya sangat cantik dan elegan. Aku bersahabat dengannya beberapa tahun sampai akhirnya kami tidak sekelas lagi.

Dan aku menyukai teman-teman yang saling jatuh cinta. Aku merangkai kata-kata dan menamai tokohku dengan nama mereka. Aku memasukkannya ke facebook dan tidak pernah tahu kalau responnya sebagus itu. Sejak saat itu lagi, aku tak berhenti menulis setiap harinya hanya untuk dibaca oleh mereka.

Aku membaca banyak novel, dan yang paling kusuka adalah Novel Ilana Tan. Penulisa favoritku yang membuat aku selalu meniru pola katanya, yang walaupun terkesan sangat monoton, seperti aku, dan kau. Ini juga kutuangkan dalam tulisanku yang berjudul 'Silent Love'.

Nah, aku terlarut dalam unsur seperti itu hingga aku memutuskan terjun ke dunia Wattpad dan menulis untuk Genre : Teenfic, Fiction, Romance. Aku berusaha mengikuti beberapa lomba Cerpen yang terus kugeluti. Walaupun hanya beberapa saja yang menang.

Aku mencoba jalanku yang lain seperti menulis Puisi. Dan anehnya, setiap puisi yang kukirimkan selalu diterima kontributor buku yang membuat aku menyadari bahwa basicku dalam merangkai kata-kata seharusnya sudah lama dituangkan dalam puisi. Lagi dan lagi, aku mencoba mengikuti lomba yang diberikan oleh teman-temanku.

Salah satu lombanya adalah artikel. Aku tidak berpengalaman sama sekali dalam membuat artikel, bisa dibilang masih awam. Namun sangat mengejutkan ternyata artikel yang kukirimkan menang dan hadiahnya berupa diterbitkannya bukuku.

Sayangnya, kejadian itu merenggut kebahagiaanku. Laptopku terendam banjir beserta semua tulisanku lenyap karna hardisknya tidak dapat dibaca. Laptopku yang semula utuh menjadi berkarat. Aku sangat terpuruk dalam kondisi seperti itu. Butuh waktu beberapa lama untukku kembali bangkit.

Sampai akhirnya aku menemuka ODOP. Yang menyuruhku untuk menulis setiap hari. Aku pergi ke warnet untuk mengedit tulisan, lalu menulis kembali di handphoneku, semuanya kulakukan agar bisa mengirim tulisan setiap harinya. Dan aku sangat menikmati itu, aku sangat berterima kasih kepada komunitas ODOP yang membuatku menemukan kebahagiaanku, dengan menulis Cerpen, Puisi, Artikel, untuk melalui setiap tantang ODOP.

Walaupun aku suka menulis cerpen romance, tapi aku juga suka mencoba untuk menulis genre scifi, horror, sesuai tema yang ditentukan. Dan beberapa tulisanku seperti 'Malaikat Tanpa Sayap' adalah karya essay yang pernah kukirim namun gagal entah kenapa. Tulisanku "Secercah Harapan Baru" dan "Seindah Kunang-Kunang" juga merupakan karya yang ditolak.

Untungnya teman-teman komunitas selalu memberi respon positif untuk karya yang aku buat. Aku sangat berterima kasih sekali. Semoga akan tetap bertahan dengan memberi tulisan-tulisan yang akan aku fokuskan untuk ke depannya. Terima Kasih :)

***
#TantanganPekan2RWCOdop
Continue reading →
Saturday, 21 September 2019

Seindah Kunang-Kunang [Chapter 3]

0 comments



“Ambo balum fasih bana, tapi ambo raso, ambo bisa lancar, dangakan yo4, untuk kalian, aku meminta maaf karena selama ini aku menjauh, seolah tak butuh kalian, padahal aku sangat menginginkan teman di sisiku, maafkan juga karena keegoisanku, aku jadi dianggap aneh, aku bukan tidak mau ke gereja bersama kalian, hanya saja, sekarang aku jadi mualaf, dan aku hanya perlu mengatakannya tanpa harus menjauhi. Aku benar-benar kehilangan jati diriku saat itu, tapi sekarang, aku bersyukur punya kalian, aku tahu kebahagiaan terbesar saat kau bisa bercengkrama dengan orang-orang yang tidak sesuku denganmu, dengan begitu kita bisa saling maju untuk ke depannya.”

Rey menutup ucapan itu dengan pelukan. Dia memang belum fasih, setidaknya dia berusaha membaca dari tulisannya sendiri walaupun sebagian merupakan ideku.

“Hm, Rey? Kau tahu Aldi dan Rico juga seorang muslim, kau bisa bertanya banyak hal pada mereka. Oh iya, aku minta maaf soal telur waktu itu, Haha,” tawa Dyo di ujung kalimatnya, Rey menggelengkan kepala seolah berkata tidak apa-apa tentang kejadian tempo hari itu.

“Di mana Frans?” tanya Rey sambil mencari keberadaan sepupunya itu.

Beberapa menit kemudian, terdengar tawa yang bersamaan, sembari Dyo berucap, “Kurasa, dia menemukan teman baru, David, yang beragama Buddha dan beberapa teman berbeda akidah lainnya, aku melihat toleransi yang begitu kuat, jadi kurasa tidak masalah jika ia mau bergabung bersama kami, atau bersama mereka, atau bisa saja kita yang akan bergabung dengan mereka.”

Aku menyadari kuatnya persahabatan mereka, toleransi beragama, suku, dan beberapa adat istiadat. Walaupun aku mengenal mereka sesaat, dan tanpa disengaja, tapi aku beruntung, setidaknya beberapa sikapku dapat mengubah salah satu jalan pikiran mereka. 

Aku yang bukan siapa-siapa, tapi bisa berbuat lebih dari apa-apa. Kekuatan itu terus tumbuh, merekah, dan tidak tertandingi luasnya. Kala itu saat kulihat, mereka berjalan bersama, aku tidak melihat Reynaldi yang culun, Dyo yang terkenal perkasa, dan kelompok yang hanya berjumlah empat orang.

***
Wait for the last chapter...

#RWCOdopBatch7
#OneDayOnePost

Continue reading →
Friday, 20 September 2019

Seindah Kunang-Kunang [Chapter 2]

15 comments



Belakangan kutahu namanya Dyo, dia pemimpin kelompok itu, Frans merupakan orang Karo, Dyo sendiri orang Batak, dan dua lainnya –Rico dan Aldi- sama-sama orang Minang.

Mereka selalu berempat, melihat mereka berjalan seperti melihat keberagaman Indonesia yang nyata dan sangat kuat, tapi mengapa mereka masih bisa saling membenci di tengah keragaman itu.

Indonesia sangat kaya akan keberagaman. Dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Rote. Dengan berbagai macam suku dan agama, adat istiadat, bahasa, kepercayaan serta golongan semuanya harus bersatu padu membentuk Indonesia. Seperti wilayah Indonesia sendiri yang banyak. Tapi mengapa masih ada di antara mereka yang saling membenci? Apa yang terjadi? Tidakkah konflik itu hanya memicu disintegrasi? Dan pada akhirnya hanya siulan belaka tentang Indonesia. Serta merta semua pihak saling menuduh atas ketidakadilan yang terjadi. Lalu apa yang harusnya dilakukan? Memendam masalah bukanlah solusi, kita harus berbagi, harus bercengkrama walau tidak dengan satu akidah, walau berbeda prinsip dalam sebuah kasus, tapi kita Indonesia, kita bersatu, kita Bhinneka Tunggal Ika, tidak bisa berdiri sendiri dan kekuatan terbesar kita adalah keberagaman itu.”

Tulisanku itu dimuat secepat kilat, aku membaca pesan yang berusaha kusampaikan. Kita memang tidak bisa semudah itu percaya pada orang lain, tapi kita juga harus memahami apa yang orang lain butuhkan.

Seperti Rey, yang kutahu ia hanya butuh teman bicara, bahwa belakangan ini ayah dan ibunya bercerai karena konflik agama yang tidak sejalan, ibunya merupakan Kristen yang taat, dan ayahnya Muslim yang taat juga. Rey sendiri membenci Frans, karena ibunya menikah lagi dengan ayahnya Frans.

Rey ternyata memilih mengikuti ayahnya, dendam pada ibunya dan ia benar-benar menjauh dari yang berhubungan dengan itu.

Tapi, aku berusaha merangkulnya. Memberikan celah untuknya dan kelompok Dyo untuk kembali bisa berkomunikasi. Hingga tidak ada dendam yang masih membekas di hati Rey. 

Ambo takut sidak dak mau mamaafkan ambo3,” kata Rey dengan air muka sedihnya. 

“Kami tidak mungkin memarahimu jika kau meminta maaf,” jawab Aldi yang membuat raut wajah Rey bersinar. Kehadiran kelompok yang tiba-tiba itu menyadarkanku satu hal, jika kita memiliki niat baik, niat baik itu yang akan datang kepada kita.

***
Wair for the last chapter

#RWCOdopBacth7
#OneDayOnePost
Continue reading →
Thursday, 19 September 2019

Seindah Kunang-Kunang [Series]

4 comments


“Hahaha.” Gelak tawa mengiringi setiap perjalanan laki-laki itu. Laki-laki culun dengan kacamata dan kemeja kotak-kotak yang selalu mengisi hari-harinya.

Terkadang, semua orang menatap dengki wajahnya, dan selalu terasingkan di lingkungan fakultasnya sendiri.

“Apa kau baik-baik saja?” sapaku saat dia duduk termenung di koridor kampus.

Ambo ndak papo, Lisa1,” jawabnya. Aku bahkan tidak tahu bahwa ia mengenalku.

Aku melihat buku yang dia pegang, tertulis di sampulnya sebuah nama yang kutebak namanya.

“Reynaldi Iswan? Kau barusan bicara bahasa apa?” tanyaku penasaran. Seolah ia terkejut karena aku tahu namanya, ia pun menjelaskan.

Bahasa yang dipakainya adalah bahasa Sibolga. Aku tidak pernah tahu bahasa Sibolga juga menggunakan vokal “o” seperti Minang. Tapi logat Reynaldi sejauh yang kuketahui sangat berbeda dengan logat orang Minang biasanya.

Ambo balum lancar bana bahaso Indonesia disiko2,” ucapnya. Aku paham maksudnya, ia berusaha mengatakan bahwa ia belum lancar berbahasa Indonesia, tapi tidak ada yang mau mengajarinya.

Seperti seolah semua temannya menjauhinya, padahal Reynaldi bukan orang yang bodoh seperti yang kutelusuri, bahkan mungkin ia lebih pintar dari orang-orang yang mencemoohnya.

Kali itu, untuk pertama kalinya, Reynaldi tertawa dan bicara beratus kata dari sebelumnya.

“Kau orang yang baik, Rey,” ungkapku sambil menyalam tangannya sembari pergi sesaat senyum di hadapannya.

Belum beberapa menit aku menjauh, sebuah telur mendarat di kepalanya. Gelak tawa menjijikkan kembali terdengar di telingaku. Ingin kuhampiri, tapi Rey sendiri sudah pergi, tersisa sekumpulan laki-laki yang aku tidak tahu dari mana asalnya.

“Aspek sosial budaya menjelaskan, bahwa masyarakat Indonesia diwarnai oleh berbagai macam perbedaan, baik perbedaan agama, suku, ras, bahasa dan kebudayaan. Kondisi sosial budaya yang demikian menjadikan kehidupan bangsa Indonesia menyimpan potensi terjadinya konflik. Kenyataan juga menunjukkan, bahwa dalam kehidupan bangsa Indonesia sering terjadi konflik antar-kelompok masyarakat yang dilatarbelakangi oleh perbedaan-perbedaan tersebut, kau belum mendengarnya?” tanyaku sembari melipatkan kedua tangan.

“Kau tidak perlu menjelaskannya, aku mengetahuinya.” Si pria berjaket biru itu mendekat dan menepuk bahuku sembari pergi.

Dongkol dengan situasi seperti ini, aku mengejarnya, dan bertanya alasan kelompok itu menjauhi Rey.

“Kau tahu, Lis, kami sangat ingin belajar dengannya, sering mengajaknya ke gereja bersama, berbagi satu sama lain, tapi ia membenci teman kami, Frans yang merupakan sepupunya, jadi, jangan pernah ikut campur pada sesuatu yang kau tidak tahu asal usulnya.” Mereka pergi. Menyisakan beribu pertanyaan yang kutahu tak akan mungkin bisa kutelusuri lagi.

***
Penulis: sulisrha
Nb: Ini adalah cerpen series yang sudah siap naskahnya jadi ditunggu ya. Untuk Silent Love akan diupdate secepatnya hehe :)

#RWCOdopBatch7
#OneDayOnePost

Continue reading →
Wednesday, 18 September 2019

Pola Pikir Diri Sendiri Mencerminkan Perdamaian yang Paripurna

2 comments

Kesadaran akan kehendak dalam mencapai perdamaian semakin sulit ditemukan dari tiap warga negara Indonesia. Pentingnya kedamaian dibuktikan dalam pidato yang disampaikan di hadapan majelis Sidang Umum PBB ke-73 di New York, Jusuf Kalla selaku Wakil Presiden Republik Indonesia mengatakan tentang pentingnya menilik kembali kekuatan sebagai pemimpin negara. Bahwa sering kali pemimpin terlena hingga lupa bahwa kekuatan besar yang dimiliki harusnya dapat menjadi tumpuan untuk masyarakat adil, damai, dan sejahtera.
Damai adalah suatu kata sakral yang banyak orang ingin mencapainya namun sulit melakukannya. Hal ini dipicu karena dendam atau tidak setimpalnya kasus-kasus yang terjadi sehingga orang sangat sulit untuk berdamai. Padahal, pada pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 tepatnya di Alinea Keempat, sudah diberitahukan agar rakyat Indonesia ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Bahwa perdamaian menjadi tujuan utama dari kemanusiaan. Hampir tidak ada orang yang bisa menentang perdamaian, apalagi demi mewujudkan perdamaian dunia. Tanpa adanya kedamaian, sebuah negara akan terpecah belah dan banyak kericuhan serta kekerasan yang kemudian memicu konflik antar suku, daerah, dan akhirnya bersifat tidak peduli terhadap sekitar. Seperti kasus Palestina dan Israel yang tak henti-hentinya menjadi perbincangan karena selalu diwarnai kekerasan dan akhirnya saling benci tanpa pernah memikirkan untuk berdamai. Kekerasan dan kejahatan bisa terjadi di mana pun dan dengan konflik yang bermacam-macam pula. Di Indonesia, kekerasan yang marak terjadi adalah kekerasan pada anak. Pada tahun 2017 tidak lebih dari 116 kasus kekerasan terhadap anak yang ditangani oleh KPAI. Dalam data tersebut, pelakunya adalah orang-orang terdekat seperti ayah tiri, ayah kandung, keluarga dekat, dan temannya. Padahal anak seharusnya merupakan bagian dari keluarga yang dibesarkan dengan kasih sayang hingga maut memisahkan, bukan membunuh atau menyiksa anak dengan semena-mena. Jika dalam keluarga saja tidak ada keharmonisan dan kedamaian, lalu apalagi yang diharapkan seorang anak dari kedua orangtuanya. Perilaku orangtua jugalah yang akan mempengaruhi anak. Setelah konflik berlangsung, tentu banyak individu yang menginginkan perdamaian pula, dan banyak cara untuk mengatasinya. Seperti Barapen atau bakar batu, menjadi ritual khusus bagi masyarakat di pegunungan tengah Papua tepatnya di Kabupaten Jayawijaya, untuk penyelesaian konflik yang terjadi di tengah masyarakat. Sebelum dilakukan barapen, biasanya kedua kubu yang bertikai melakukan pemanahan terhadap seekor babi yang telah disepakati bersama. Jika hewan tersebut langsung mati, maka acara perdamaian itu kemungkinan besar akan sukses, namun jika tak langsung mati berarti masih ada dendam di antara dua kubu sehingga acara perdamaian tidak bisa dilakukan. Dan masih banyak cara untuk melakukan perdamaian. Solusi-solusi yang dicanangkan pemerintah setempat pun sudah menjadi wacana sehari-hari. Namun ada juga yang akhirnya dilakukan, seperti Konser Indonesia Damai yang diadakan di Yogyakata pada Juni 2018 yang dihadiri oleh negarawan Ahmad Syafii Maarif, Gubernur DIY sekaligus dan tokoh-tokoh terkenal lainnya menghimbau agar rakyat Indonesia dapat bersatu sehingga bisa membangun negara yang sangat besar bernama NKRI sehingga terwujudnya perdamaian dunia. Hal inilah yang harus menjadi tolak ukur setiap masyarakat, tidak hanya melakukan konser kesenangan seperti berjoget ria, melainkan juga perubahan pola kesadaran agar bisa diamalkan setiap hari. Jika pemerintah terlalu lalai dan tidak berpikir secara cerdas betapa pentingnya perdamaian, maka negara itu akan hancur dengan sendirinya. Walaupun terdapat perbedaan dalam setiap akar masalah, cobalah berpikir dengan jernih dan ubahlah mindset lawan bicara dengan pemikiran kita sendiri. Karena semua itu dimulai dari diri sendiri. Kejahatan dan kekerasan bisa saja terjadi dan semuanya dapat dibersihkan tapi ada bekasnya, namun akan berbeda ketika kejahatan dan kekerasan itu dapat dicegah melalui himbauan-himbauan positif dari pemerintah dan bagaimana kita menyikapi setiap persoalan dengan lapang dada. Indonesia adalah Bhinneka Tunggal Ika, bagian dari Perserikatan Bangsa-Bangsa, dengan masyarakat yang harusnya luar biasa untuk masa depan yang lebih cerah. Pemuda-pemudi yang cerdas akan terus bergerak demi mencapai tujuan kemanusiaan yakni perdamaian, bercermin pada diri sendiri, tinggalkan keangkuhan, dan mulailah lakukan hal bermanfaat untuk Indonesia, yakni kedamaian yang paripurna.

***

#RWCOdopBatch7
#OneDayOnePost
Continue reading →
Tuesday, 17 September 2019

Merdekakan Fintech Keuangan Bersama Cermati

21 comments

"Di era modern ini, perkembangan Fintech tidak lagi terelakkan. Munculnya banyak perusahaan startup berbasis Fintech beberapa tahun ini cukup membutktikan bahwa keberadaannya memang dibutuhkan." 





Financial technology atau Fintech adalah perusahaan startup yang bergerak di bidang keuangan. Banyak aplikasi yang termasuk dalam Fintech digunakan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan dari jarak jauh serta aman dan terpercaya. 

Salah satu aplikasi berbasis Fintech sebelum banyaknya aplikasi yang beredar dan sudah  diluncurkan pada April 2015 adalah Cermati. Cermati merupakan salah satu perusahaan startup yang bergerak di bidang teknologi keuangan dan didirikan oleh para ahli teknologi veteran yang sudah berpengalaman bekerja di perusahaan-perusahaan teknologi global terkemuka. 

Sejenis perusahaan seperti Google, LinkedIn, Microsoft dan Oracle. Dan cermati yang sudah berkembang sejak 2015 ini sudah memiliki pengalaman total lebih dari 16 tahun dalam membangun perangkat lunak dan website yang sudah digunakan oleh lebih dari ratusan juta pengguna di seluruh dunia. 

Cermati atau biasa disebut cermati.com juga menyediakan berbagai macam informasi untuk membantu masyarakat Indonesia menemukan produk keuangan yang terbaik. Dengan diberikannya layanan yang sangat banyak serta menyediakan akses data ke ribuan produk keuangan secara gratis. Hal ini tidak lain dan tidak bukan hanya untuk memudahkan masyarakat Indonesia membuat keputusan finansial dengan cermati. 

Nah, apa lagi yang bisa membuat Cermati terpercaya? Berikut adalah Misi Cermati:
  • Cermati dapat membantu masyarakat Indonesia dapat lebih memahami produk-produk finansial yang tersedia bagi mereka. Karena jarangnya ditemukan informasi produk finansial dan sulit dimengerti bagi orang awam. 
  • Cermati juga membantu masyarakat Indonesia dalam mendapatkan produk finansial yang ideal dengan mencermati semua layanan yang ditawarkan oleh lembaga keuangan.
Selain itu ada kelebihan Cermati yang jarang ditemukan pada app berbasis finansial lainnya, yakni memberikan solusi dalam bentuk artikel selama itu berhubungan dengan finansial keuangan. Seperti aku yang sebelumnya bingung bagaimana cara menarik uang dari Go-pay dan akhirnya memutuskan untuk searching dan menemukan solusi sangat rinci oleh Cermati.


Artikel yang diberikan oleh Cermati

Karena itu pula aku akhirnya tahu dan tidak buta tentang finansial keuangan masa kini. Di gambar terakhir, aku akhirnya bisa menarik uangku sendiri. Terima Kasih Cermati. Dan masih banyak artikel berguna lainnya oleh Cermati yang bisa kamu kunjungi pada page Artikel.

Untuk itu, dalam mengapresiasi cermati, aku memutuskan untuk menginstall aplikasinya saja dan ternyata memang banyak fitur keuangan yang bisa digunakan secara gratis. Banyak sekali manfaat yang bisa didapatkan. 

Cara menginstall cermati cukup mudah, kunjungi cermati.com atau ketik cermati di Play Store. Nah setelah kamu membuka websitenya, klik daftar seperti pada Gambar. 

Menu awal Cermati

Tapi ada baiknya juga kamu perlu menginstall di Play Store, agar lebih mudah digunakan kapan pun dan dimana pun.  Setelah kamu menginstall kamu akan melihat tampilan ini dan cukup untuk membuktikan bahwa Cermati memang sangat bermanfaat untuk finansial keuangan. 


Tampilan awal Cermati

Sebagai referensi:
Untuk aku sendiri, aku memang merasakan manfaatnya yakni:
  1. Prosesnya memang cepat, dan bahkan sebelum 3 hari, akunku sudah diverifikasi.
  2. Status aplikasinya memang sudah sangat terjamin, bisa dicek cuitan nasabah tentang cermati, sangat terpercaya.
  3. Keamanannya terjamin karena ada beberapa step yang diulang demi membuat nasabah nyaman dengan cermati
  4. Produk yang tepat sudah sangat banyak di cermati. Kamu hanya tinggal memilih mana yang mau kamu gunakan. And it 's all free.
Jika kamu sudah mulai paham, maka lanjutkan dan klik Masuk untuk mendaftar. Cermati akan meminta password, nama lengkap, ktpmu, dan nomor handphone. Tunggu sampai akunmu jadi ya.

Tampilan mendaftar Cermati


Tampilan fitur-fitur cermati

Dari mulai kartu kredit, asuransi, tabungan, BPJS ketenaga kerjaaan hingga deposito dapat kamu aplly di Cermati. Aku sendiri menggunakannya (mengapply) untuk tabungan. Simak merdeka finansialku bersama Cermati dan pengalamanku dalam mengajukannya:


Tampilan Cermati hingga ke Jenius

Step:
  1. Kamu hanya perlu mengklik tabungan atau simpanan pada web cermati pada menu tampilan dan aku memilih Jenius Dream Saver karena memang tabungan awalnya juga murah. 
  2. Cermati akan otomatis mengalihkan kamu ke Jenius, dan klik lanjut
  3. Mudah jual dan beli adalah misi dari Jenius, sehingga akan sangat berguna buat tabungan kamu. Klik lanjut
  4. Tabungan di m-Card kamu sudah otomatis ada pilihan mata uang asingnya.
  5. Kamu tinggal mengisi data-data yang diminta
  6. Akun jenius kamu sudah dibuat. 


Tampilan akun selesai dan apply diterima


Setelah kamu membuat akun, akan diberikan rekening yang bisa kamu topup untuk mulai menabung. Nah, kamu juga bisa mencek sendiri aplikasi yang sudah kamu ajukan bersama cermati dengan mengklik ikon aplikasi di tampilan menu yang disediakan. 

Mudah, bukan? Tidak hanya tentang tabungan, cermati juga menyediakan fitur-fitur lain. Di antaranya adalah:

Bersama cermati segala urusan menjadi mudah, tidak perlu keluar rumah, cukup dengan duduk dan menggunakan fitur cermati di mana saja. Memberikan kemudahan di bidang keuangan finansial, sudah ada sejak lama, dan terpercaya hingga kini.

Banyak orang sudah merdeka finansialnya bersama Cermati, apalagi ibu rumah tangga, pekerja, pelajar, mahasiswa, hingga pedagang, semuanya bisa ikut serta dalam memajukan Fintech dan tidak buta teknologi. 

Kamu tidak punya kendaraan?
Kamu ingin memiliki asuransi?
Kamu ingin BPJS untuk tenaga kerja?
Kamu ingin menabung dengan fitur luar biasa?

Semuanya bisa bersama Cermati. Tunggu apalagi, ayo merdekakakan finansialmu dengan cermati ceritaku. Karena keuangan finansial butuh perbaikan agar dapat berkembang di masa yang akan datang. Beberapa rekomendasi dan info lainnya juga dapat dilihat pada Artikel Cermati.


 Tulisan ini diikutsertakan dalam "Cerita Merdeka Finansialku bersama Cermati”.
Continue reading →

Labels

Cerpen (37) Wacana (18) Artikel (12) Puisi (8) Drabble (7) Sad Story (7) Review Blog (3) Ulasan (3) Essay (2) Lagi Viral (2) Resensi (2) Review Film (2) Review Series (2) Tips (2) Biografi (1) Quotes (1)