ALT_IMG

Want to Read?

Thank you so much for come. Akan sangat dihargai bila setelah dibaca berikan kritik dan saran, tapi yang membangun ya. Mungkin kita bisa berteman. You Guys Are Amazing Readmore...

ALT_IMG

Featured 2

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit, sed diam nonummy nibh euismod tincidunt ut laoreet dolore magna aliquam erat volutpat. Ut wisi enim ad minim veniam, quis nostrud exerci tation ullamcorper suscipit lobortis nisl ut aliquip ex ea commodo consequat Readmore..

Alt img

Featured 4

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit, sed diam nonummy nibh euismod tincidunt ut laoreet dolore magna aliquam erat volutpat. Ut wisi enim ad minim veniam, quis nostrud exerci tation ullamcorper suscipit lobortis nisl ut aliquip ex ea commodo consequat Readmore...

ALT_IMG

Featured 4

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit, sed diam nonummy nibh euismod tincidunt ut laoreet dolore magna aliquam erat volutpat. Ut wisi enim ad minim veniam, quis nostrud exerci tation ullamcorper suscipit lobortis nisl ut aliquip ex ea commodo consequat Readmore...

ALT_IMG

Featured 5

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit, sed diam nonummy nibh euismod tincidunt ut laoreet dolore magna aliquam erat volutpat. Ut wisi enim ad minim veniam, quis nostrud exerci tation ullamcorper suscipit lobortis nisl ut aliquip ex ea commodo consequat Readmore...

Showing posts with label Review. Show all posts
Showing posts with label Review. Show all posts
Thursday, 7 May 2020

Review Blog PBC Pasbel Community

0 comments


Halo, apa kabar? Semoga selalu baik-baik saja ya, di tengah pandemic COVID 19 yang mengecewakan ini. Hari ini aku akan membahas blog aku sendiri yang aku buat Februari 2013. Kira-kira aku masih SMP mengerjakan blog ini. Isi-isinya juga sederhana, layaknya seseorang yang sedang mencoba-coba membuat blog. And, guess what? di tahun ini aku sudah bisa mmebuat blog hasil karyaku sendiri.

Blog ini namanya PBC (Pasbel Community), adalah nama tempat di mana aku dilahirkan, Pasar Belakang. Community hanya sekedar penambahan bahwa kita adalah sekelompok. Jadi, sewaktu aku SMP dan orangnya masih awut-awutan, aku suka sekali ikut dalam sebuah geng di Pasar Belakang.

Untuk memperjelas bagaimana contohnya, aku akan mengambil sebuah sampel dengan postingan berikut ini. 

Hello .. I am Sulis Rahmadani Hutagalung . I live on SIbolga . Smp 3 Sibolga (8IC) have a bestfriend ( Lolon , Ningrum , Wadda , Vita , Mega , Habib , Febrizal , Akhlaqul , Andika , Puja in Pasbel ) (Salsa , Mirna , Angel , Syafriani , Tania , Muthia , Hana etc. in School ) 

Kelihatan banget aku dulu gak rapi dalam menulis. Apalagi jika kalian melihat tulisan novelku, rasanya ingin dibuang saja handphone ketika membacanya. Jadi, aku memang tinggal di Sibolga, sahabat baik aku "Lolon, Ningrum, Wadda, Vita, Mega, Habib, Febrizal, Akhlaqul, Andika, Puja" adalah sahabat-sahabat aku dulu di rumah atau di Pasar Belakang.

Sedangkan Salsa, Mirna, Angel, Syafriani, Tania, Muthia, Hana, dan lain-lain yang ternyata gak bisa aku sebutin satu-satu adalah teman dekat aku di sekolah. Aku ingat sekali, mereka selalu menghargai karya-karya tulisanku, sama sekali gak pernah mengejekku, walaupun dulu aku tergolong siswi yang bandal.

Menanggapi postingan di atas, maka tentunya kalian tidak akan lepas dari postingan ini karena ini timeline utamanya. Buat kalian yang bertanya, ini bukanlah gambarku. Aku tidak terlalu pandai menggambar, beda halnya dengan menulis, Gambar ini aku ingat sekali dalam keadaan iseng, bercanda dalam kelas, lalu dia menggambarkan itu dan aku memfotonya. Ya, aku pikir suatu saat nanti bakal berguna mengingat keahlian Habib. Ya, nama orang yang menggambar itu adalah Habib, dia sudah aku sebutkan di atas tadi, dan merupakan teman sekelasku dari SD hingga SMP bersama Akhlaqul.



Blog ini aku buat sudah tujuh tahun yang lalu, bahkan nama websitenya menggunakan nama panjangku. Ya, sebenarnya namaku tidak hanya, "sulis rahmadani", tapi ada "Hutagalung" nya, cuma aku lupa kenapa nama website itu tidak bisa digunakan dan kepikiranlah dengan blog satu ini. Sebenarnya ternyata gambar ini tidak terlalu berguna, lantaran Habib juga tidak pernah menggambar. Bahkan dia bercita-cita menjadi seorang enterpreneur.

Aku pernah pergi dengannya, bahkan saat aku kuliah di Medan karena dia juga sudah bekerja di sana. Ia memintaku untuk menemaninya ke Gramedia untuk membeli buku, dan tebak buku apa yang dibelinya? Tentu saja buku tentang wirausaha. Dia juga membelikanku buku yang aku baca di situ, judulnya "Zulaikha", kapan-kapan akan aku fotokan dan mungkin aku review karena bukunya sangat bagus. Kata-katanya juga puitis sekali. 

Review blog kali ini aku tidak bisa banyak-banyak menambahkan, karena kurangnya ini banyak sekali. Desainnya juga tidak rapi, nilai plusnya hampir tidak ada selain postingannya. Oleh karena itu, aku ingin menunjukkan sama kalian gambar versi besarnya jika kalian malas untuk mengklik blog tersebut. 


Gambar ini dibuat hanya menggunakan pensil, bahkan artinya aku tidak tahu sampai sekarang. Yang aku tahu, ini adalah gambar kerajaan, yang memiliki dua penjaga masing-masing memiliki benteng. Di atasnya seperti ada patung yang tinggi seolah-olah tidak sembarang orang bisa naik. Jadi akhir kata, itu saja yang bisa aku sampaikan. Kurang lebih aku minta maaf, aku tahu ini bukan saatnya pidato, tapi ada baiknya kita selalu meminta maaf kepada audience. Seterusnya semoga aku bisa membuat karya-karya yang lebih baik. Selalu jaga kesehatan, jangan lupa cuci tangan dan pakai masker ke luar rumah. :) 




Continue reading →
Saturday, 2 May 2020

REVIEW BLOG KEREN, MZAINI.COM.

1 comments


Halo, selamat malam, apa kabar semuanya? Saya harap kalian baik-baik saja. Apalagi yang berada di kota-kota besar menghadapi pandemic COVID-19. Jaga kesehatan dan tetap di rumah ya. Hari ini saya akan mereview salah satu blog keren dan favorit yang pernah saya lihat sekaligus merupakan sesama anggota Komunitas ODOP.

TEMPLATE


Yap. Nama blognya sesuai dengan namanya yang saya tahu. Zen, biasa dipanggil begitu. Blog mas Zen ini sederhana, putih, dan aku tahu persis templatenya dari igniel. Sebenarnya sejak pertama kali melihat blognya, saya sudah terkesan dengan penampilannya. Terlepas dari domain yang menandakan blog ini bukan sembarang blog, templatenya juga sudah sangat mahal. Bahkan saya beberapa kali hendak mengubah template saya menjadi seperti ini. Membuat menu dropdown tidak terlalu rumit bagi saya, hanya saja, tema blog pribadi saya sudah sangat meriah. Segalanya perlu dirombak ulang jika memang ingin digunakan karena tema itu saya sendiri yang membuatnya. Mungkin berawal dari blogster, tapi blogster hanya sederhana, dari atas sampai bawah saya yang merubahnya.

Sebenarnya dulu blog saya warnanya putih, tapi bagi saya terlalu biasa saja, tapi jika melihat tulisan-tulisan dari Mas Zen ini, sudah dipastikan inilah yang terbaik. Kenapa? Karena saya yakin blog Mas Zen ini paling banyak dicari karena berisi banyak ilmu pengetahuan khususnya programming. Sangat berbeda dengan blog saya yang hanya mereview karya-karya sastra, film-film, dan tak sedikit cerminan hidup saya. Jadi, bagi saya templatenya udah keren sekali. Tidak perlu yang berlebihan.

Masih bagian tampilan, yang paling saya sukai dari blog Mas Zen ini adalah labelnya. Memang, semua blog memiliki label. Tapi label Mas Zen ini sangat rapi, orang-orang yang mengunjunginya juga tidak susah payah mencari apa yang diinginkan. Sangat berbeda dengan label yang saya buat dan sangat panjang, tidak berurutan, bahkan kadang-kadang ada tulisan yang tidak diberi label sama sekali. Benar-benar bukan blog untuk interest orang, tapi untuk menghibur diri sendiri. Beda dengan Mas Zen yang blognya keren sekali untuk dibaca.

POPULAR WRITING



Kebetulan sekali saya jurusan teknik elektro jadi hal-hal semacam ini sudah biasa saya lihat bahkan saya kerjakan. Apalagi membuat "Hello World" yang merupakan pelajaran dasar dari programming. Jadi tidak heran jika menjadi tulisan favorit dan dibaca lebih banyak orang. Jika kita sudah sering mendengar html, maka tentunya tidak lepas dari css dan javascript. Hanya saja, css dan javascript tidak semudah html. 

Tidak heran jika blog ini punya domain sendiri, karena blognya berguna sekali untuk orang banyak. Ditambah lagi jika Mas Zen ini punya adsense, pasti menghasilkan pundi-pundi uang yang lumayan. Tulisannya mudah dimengerti dan membuat para pembaca tidak harus bertanya ulang karena saya melihat tidak ada juga yang komen. Keren sekali Mas Zen ini. 


Jangan lupa untuk klik menu dropdownya jika ingin melihat tulisan-tulisan keren Mas Zen yang lain.

Selain pintar dalam bidang website dan linux, ternyata Mas Zen ini juga pandai membuat cerpen, aktif sekali menulis dan websitenya seperti tidak pernah mati. Apakah ini memang benar-benar hobinya? Entahlah. Kalau saya memang hobi menulis sesuatu apalagi fiksi, kadang-kadang sering bermimpi untuk menerbitkan novel tapi saya sejak kuliah malah lebih sibuk mengerjakan tugas dan ada saja alasan untuk bermalasan mengerjakan naskah. Jadi saya hanya penulis puisi yang kebetulan bisa terbit dan soon "Slice of Life" dari komunitas ODOP.

Selain orangnya baik dan tidak pelit ilmu, Mas Zen ini ternyata orangnya lucu. Bisa dilihat dari kutipan tulisannya berikut ini, "Aku tau semuanya, ya aku tau kamu lagi baca blog buatanku ini." Oh iya, ada hal lain yang saya temukan di blog ini yakni, tulisan-tulisannya tidak bisa dicopy paste, beda dengan blog buatan saya yang karena tidak tahu caranya jadi ya orang-orang bisa mengambil karya saya kapan pun. 


KESIMPULAN


Siapa pun yang sering membaca postingan saya, sudah pasti tahu setiap akhir dari review pasti saya beri kesimpulan. Jadi menurut saya blog Mas Zen ini tergolong rapi, keren, pintar dalam mengatur posisi dan menunya. Bahkan saya lebih suka blog ini daripada blog saya sendiri yang acak-acakan. Selagi pun tampilannya landscape, dan benar-benar seperti blog berkelas dengan domain (.com) yang biasanya. Saran saya hanya pertahankan apa yang sudah jadi saat ini, tetaplah berkarya karena karya tidak memandang siapa pembacanya, tapi siapa penulisnya. Dan satu hal yang bisa saya minta dari blog ini adalah, biarkan saya menjadikan ini referensi untuk template dan tulisannya. 

Sepertinya itu saja yang bisa saya ulas, review, bedah atau apalah namanya. Jika ada yang kurang atau lebih mohon dimaafkan karena saya hanya manusia biasa yang juga sedang dalam masa karantina. Bedanya, karantina Mas Zen bermanfaat dengan menulis blog, saya hanya terus-terusan bacot di twitter. Semoga kita selalu dilindungi Yang Maha Kuasa. :)
Continue reading →
Monday, 27 April 2020

REVIEW FILM "HEART" ORIGINAL VIDEO SERIES

0 comments
  • Judul : HEART series (2019)
  • Tanggal Rilis Perdana : 28 September hingga 19 Desember 2019
  • Genre : Seri Web, Romance, Drama
  • Sutradara :Sony Gaukasak
  • Lagu Pembuka: Pecinta Wanita (Irwansyah)
  • Lagu Penutup: My Heart (Acha Septriasa ft Irwansyah)
  • Produksi : Vidio Original
  • Durasi : 60 Menit
  • Rating : Remaja (R)
  • Cast : Michelle Ziudith, Achmad Megantara, Aurora Ribero, Vonny Cornelia, Rizky Hanggono, Virnie Ismail

Sinopsis

Rachel (Michelle Ziudith) seorang gadis tomboi yang aktivitas kesehariannya dihabiskan bersama Farel (Achmad Megantara), sahabatnya sejak kecil. Hingga tiba Luna (Aurora Ribero) yang hadir secara tak sengaja sebagai orang ketiga dalam persabahatan Rachel dan Farel.

Sampul "Heart" Original Vidio Series

Sebelum saya akan memulai reviewnya, perlu diketahui bahwa Vidio Original Series merupakan bagian dari aplikasi Vidio yang bisa didownload dari handphone masing-masing secara gratis. Bahkan bisa nonton gratis selama dua minggu hanya dengan mendaftarkan akun baru dan memasukkan kode voucher yang sudah disediakan. 


Sebenarnya lagi, series ini sudah lama saya tonton bahkan jauh sebelum "I Love You Baby" yang sebelumnya saya review itu selesai. Dan series ini termasuk series terfavorit saya serta mampu mengalahkan heart series yang telah ada sebelumnya. Dari mulai versinya Yuki Kato pada tahun 2007, lalu dilanjutkan Heart Series 2 pada tahun 2013. 

Walaupun banyak yang menilai peran Yuki Kato dalam memerankan Rachel untuk series tidak tergantikan, tapi menurut saya Michelle Ziudith sebagai Rachel juga tidak kalah cocoknya. Pembawaannya benar-benar seperti Rachel, rambut yang suka diikat, sifatnya yang suka menangis diam-diam, sosok sahabat yang tidak ingin sahabatnya tersakiti. Hanya saja dalam series ini ditambah beberapa teman Rachel seperti Tiara dan sekelompok geng yang menyukai Farel bernama Maya. 

Saya bahkan sangat menyukai series yang satu ini karena episodenya sedikit, tapi alurnya sangat bagus dan rinci, sehingga saya tidak ingin terlewat satu episode pun ketika tayang di SCTV. Namun sekarang series itu sudah habis hanya sampai episode ke 13. Sesuai dengan ending Rachel yang selalu disaksikan, yaitu meninggal akibat masuk jurang dan Rachel mendonorkan hatinya untuk Luna yang mengidap menyakit Sitosis (penyakit hati) yang susah disembuhkan.

Ada beberapa episode Farel dan Luna terlibat pertengkaran lantaran Luna memutuskan Farel begitu saja yang pada akhirnya diketahui Rachel penyebabnya adalah penyakit yang diderita Luna. Hidup Rachel benar-benar hancur saat itu, ia tahu Farel dan Luna saling mencintai satu sama lain hanya keadaan saja yang tidak mengizinkan. Dalam series ini, ada tokoh Aryo yang mengejar-ngejar Rachel, namun Rachel tak pernah mau memberikan hatinya.

Selain itu, sosok Luna yang diperankan Aurora Ribero juga sangat kental feminimnya. Acha dan Aurora terlihat sama saja di mata saja, mereka sama-sama mencintai Farel dengan caranya masing-masing. Akting Aurora ketika sakit-sakitan juga persis sama seperti aktingnya Acha. Hanya saja, jika di film aslinya Luna adalah seorang pembuat komik, maka Luna di series ini adalah seorang pelukis yang kemudian akhirnya membuat komik. Sebenarnya semuanya saling berkaitan, hanya dibumbui sedikit. Semua adegan yang pernah ada di film, pasti ada di series ini. Tidak akan menyesal menontonnya. 

Achmad Megantara sebagai Farel sukses mencuri perhatian. Gerak-geriknya persis seperti Farel yang di film. Gaya bicaranya, setelan bajunya, keakrabannya dengan Rachel, kepeduliannya, kebucinannya, semuanya persis sama. Jadi saya tidak setuju jika ada yang membandingkan antara Irwansyah dan Achmad Megantara yang keduanya sama-sama bagus. Jika ada yang familiar dengan sosok Achmad Megantara, ia adalah mantan pacar dari Syifa Hadju yang merupakan aktris.

Achmad Megantara dan Syifa Hadju
Jika ada yang penasaran dengan sosok Luna, saya akan menunjukkan fotonya di bawah ini. Aurora Ribero memiliki aura persis seperti Acha dan gaya bicaranya yang lembut sekali. 

Aurora Ribero sebagai Luna
 Dan ini adalah pasangan yang seharusnya diharapkan terjadi. Lantaran Farel yang takut ketinggian dan tak pernah ingin naik ke atas rumah pohon sehingga tidak pernah tahu perasaan Rachel sedari kecil sampai akhirnya Rachel meninggal.

Rachel (Michelle Ziudith) dan Farel (Achmad Megantara)

Scene yang paling saya suka dari series ini tentunya ketika Rachel akhirnya dekat dengan Farel, bahkan Farel hampir saja menyukainya, namun semuanya sirna ketika tahu bahwa Luna mengidap sakit parah. Tidak hanya Rachel yang sakit hati saat itu, saya juga. Bahkan saya berulang kali menangis ketika melihat scene ini. Jantung saya berdegup dengan kencang. Terserah orang bilang saya lebay atau bagaimana, yang pasti baik film maupun series, semuanya menyayat hati.

Terlebih saat di akhir episode, sangat ditunjukkan betapa bodohnya Farel yang tidak mau menemani Rachel saat operasi. Ia selalu memprioritaskan Luna daripada sahabatnya. Scene ini benar-benar bikin naik darah penonton. Mungkin yang orang-orang katakan benar, Farel adalah sosok fakboy yang tidak bisa dibenci. Sedangkan Rachel adalah sosok sahabat yang sangat pengertian dan peduli, hanya saja terlibat friendzone yang mengakibatkan ia sering memendam perasaannya. Dan Luna adalah seorang perempuan yang hadir dalam hidup mereka tanpa merasa bersalah dan merebut perhatian Farel dari Rachel. Walaupun itu bukan salah Luna karena juga merupakan kehendak Farel, tapi banyak yang menyalahkan kedatangan Luna. 

Nah, buat kalian yang tertarik dengan seriesnya, langsung saja download Vidio dari appstore dan daftarkan akunmu untuk dapatkan akses gratis selama dua minggu. Vidio ini sangat lengkap, tidak hanya sinetron Indonesia, tapi juga banyak film-film layar lebar yang tayang serta film barat yang sudah memiliki subtitle. Untuk yang sudah menggunakan akses gratis dan ingin memperpanjang, bisa juga bayar pakai DANA hanya 4.500 untuk akses selama 30 Hari. Lebih hemat, kan? Jika bingung caranya langsung aja baca thread ini atau klik link berikut https://twitter.com/sulisrahmadani/status/1251679466360762373


Kelebihan:


Bagi saya, series ini memiliki pesan moral yang banyak sekali. Dari mulai sosok Rachel yang selalu membahagiakan ibunya, sosok Luna yang membahagiakan ayahnya, dan sosok Farel yang kurang kasih sayang namun sangat menginginkan perhatian orang tuanya. Dialog yang ada pada semua episode terlebih antara Rachel dan Farel sangat lucu, apalagi saat berlawanan dengan Maya yang mengejar Farel. Pentingnya kejujuran satu sama lain, jangan pernah menyalahkan siapa pun ketika dalam kondisi yang sulit. Apalagi ketika Farel kecelakaan yang selalu ada untuknya adalah Rachel namun ketika ia bangun dan melihat Luna, ia mengusirnya. Jangan pernah menghakimi sesuatu sebelum tahu kebenarannya dan jangan pernah melihat sesuatu selalu dengan sudut pandangmu, bahwa Rachel sosok yang kuat, padahal dibalik itu, ia juga seorang perempuan yang mengharapkan rasa cinta balik oleh Farel.


Kekurangan:

Series ini hampir tidak ada celah, semuanya rapi, apalagi Michelle sukses menjiwai peran dan ekspresinya. Hanya saja di ending film, sebelum Rachel jatuh ke jurang, kiss scenenya lagi-lagi tidak disensor, mungkin berkaca pada film sebelumnya yang juga begitu. Sebenarnya tidak masalah kalau saja Aurora Ribero ternyata masih berumur 16 tahun dan Achmad Megantara berumur 23 tahun. Selain itu, kebucinan Farel banyak yang menghujat, saya juga tidak habis pikir dengan alurnya tidak pernah membiarkan Rachel dan Farel bersatu. But overall, semuanya komplit dan bagi saya tidak ada plot hole. Jika saya menilai, saya akan memberi rating 9/10.


Continue reading →
Sunday, 26 April 2020

REVIEW "I LOVE YOU BABY" ORIGINAL VIDIO SERIES

0 comments
  • Judul : I Love You Baby (2019-2020)
  • Tanggal Rilis Perdana : 28 Oktober 2019 hingga 3 Februari 2020
  • Genre : Seri Web, Romance, Action, Drama
  • Sutradara : Indrayanto Kurniawan 
  • Penulis : Lintang Pramudya Wardhani
  • Produser : Sutanto Hartono
    Hermawan Sutanto
    Tina Arwin
  • Produksi : Vidio Original
  • Durasi : 40-60 Menit
  • Rating : Remaja (R)
  • Cast : Bryan Domani, Giorgino Abraham, Ersya Aurelia, Icha Nabilah, Jennifer Eve, Boy Tirayoh

Sinopsis

Baby (Ersya Aurelia) bersama kekasihnya Darwin (Bryan Domani), serta kedua temannya Nanda (Icha Nabilah) dan Mike (Vicky Kalea) merencanakan perjalanan ke Bandung untuk menonton konser. Namun, Baby mendapati bahwa Darwin selingkuh dengan Nanda. Hal tersebut membuat Baby kesal dan membatalkan perjalanannya ke Bandung. Karena penasaran, Baby menyusul ke Bandung bersama Raka (Giorgino Abraham) untuk memergoki Darwin dan Nanda.

Sampul Vidio Original Series "I Love You Baby"


Sebelum saya akan memulai reviewnya, perlu diketahui bahwa Vidio Original Series merupakan bagian dari aplikasi Vidio yang bisa didownload dari handphone masing-masing secara gratis. Bahkan bisa nonton gratis selama dua minggu hanya dengan mendaftarkan akun baru dan memasukkan kode voucher yang sudah disediakan. 


Original Series ini hanya memiliki 15 episode namun ke semuanya sangat beruntun dan sesuai dengan apa yang diharapkan. Sosok Baby dari mulai episode 1 yang merupakan seorang kaya raya dan dari keluarga yang memiliki perusahan besar memiliki sifat kekanak-kanakan dan seorang budak cinta yang mau disuruh-suruh oleh pacarnya, Darwin yang sebenarnya tidak benar-benar setia padanya. 

Konflik dimulai saat Darwin dan Nanda memulai hubungan gelap di belakang Baby yang sebenarnya sudah diketahui Mike, sahabat Nanda. Tapi Baby terlalu polos untuk memutuskan Darwin karena sayang sekali padanya. Sampai suatu ketika Baby menemukan Darwin dan Nanda sedang bermesraan di konser dengan Raka yang menjadi supir ojeknya. 

Kisah cinta ini antara dua kasta, orang kaya dan orang biasa saja yang hanya ingin membahagiakan keluarganya. Seharusnya mereka tidak pernah bersatu sampai kejadian Raka kecelakaan membuat Baby mulai sangat perhatian padanya. Banyak sekali adegan-adegan mesra mereka yang sukses membuat kita senyum-senyum sendiri. Dialognya mengalir dengan sendirinya seperti layaknya seorang supir ojek dengan penumpangnya. 

Sosok Giorgino Abraham sebagai Raka sangat mendalami karakternya, seorang pemuda yang kuliah namun bekerja untuk membayar uang kuliahnya, tidak suka dijadikan budak hanya karena ia dibayar oleh Baby yang lebih kaya. Benar-benar menggambarkan sosok seseorang yang sangat menghargai orang lain dan tidak akan pernah mengganggu orang lain sebelum orang itu mengganggunya. Hal ini dapat jelas dilihat dalam beberapa episode saat Darwin dan teman-temannya mengeroyok teman-teman ojol Raka hanya karena Raka membuat Baby menangis. 

Baby sendiri bahkan mengakui bahwa ia sudah memutuskan Darwin, hanya Darwin saja yang berharap padanya. Selain itu ada di beberapa episode menunjukkan bahwa Nanda hamil dan menyembunyikannya dari Darwin. Sejak saat itu sosok Nanda berubah dari seorang perebut pacar orang yang tidak tahu malu menjadi orang yang sangat dikasihani. 

Nanda ternyata hanyalah seorang perempuan yang sangat sayang pada Darwin sampai membutakan segala-galanya dan akhirnya di beberapa episode Nanda sudah berteman dekat dengan Baby dan juga Elena. Sebenarnya series ini banyak mengandung pesan moral apalagi untuk seseorang yang tidak memiliki apa-apa menjadi seseorang yang sangat berguna dan pantang menyerah. 

Begitulah sosok Raka yang kemudian dapat melamar Baby karena bekerja di perusahaan papanya untuk mengembangkan startup yang dikembangkannya dari skripsinya. Film ini juga bergenre action karena banyak adegan berkelahi yang dilakukan Darwin dan Raka. Darwin dan teman-temannya tidak akan pernah menang melawan Raka saat berkelahi, tapi Raka akan tetap kalah saat berada di polisi. 

Segalanya berurutan dan membuat kita penasaran. Selain itu, sosok Baby yang diperankan Ersya Aurelia memang sangat menggambarkan sosok gadis kaya yang manja, cari perhatian, budak cinta, dan suka mendahulukan kehendaknya. Setidaknya, itulah yang membuat Raka risih karena perhatian Baby tak lepas dari materi, dan membuat Raka merasa direndahkan walaupun Baby berniat untuk membantu. Namun akhirnya di beberapa episode, sejak Baby bersama Raka, ia akhirnya mengerti tentang hidup yang sebenarnya, serta selalu mendengarkan pendapat orang lain. 

Chemistry di antara Baby dan Raka memang lebih klop dibandingkan dengan Darwin (Bryan Domani) yang sangat pemarah, seenaknya, tidak tahu malu, dan mau melakukan apa saya sesuai keinginannya. Bahkan di ending film, Darwin masuk ke dalam kolam renang pernikahan Nanda dan Mike dalam keadaan mabuk. Dalam series ini sebenarnya saya juga suka dengan karakter Mike yang merupakan sahabat Nanda sejak kecil dan menyukainya. Oleh karena itu Mike berani bertanggung jawab atas kehamilan Nanda hanya untuk melindungi perempuan itu dari Darwin, yang telah menghamili Nanda.

Scene yang paling aku suka juga adalah ketika di tengah jalan motor Raka mogok dan menyuruh Baby untuk turun serta menakutinya. Dialog mereka yang selalu berantam tapi akhirnya tertawa sangat klasik tapi tidak bosan untuk ditonton. Saya bahkan beberapa kali mengulanginya, hanya saja tidak bisa discreenshot sehingga saya hanya bisa merekomendasikannya lewat ini. 

Sebenarnya hal yang paling membuat saya kaget adalah endingnya. Memang, Raka dan Baby akhirnya bersatu. Tapi ada adegan kissing yang menurut saya agak vulgar dan merasa, "kok bisa Indonesia membiarkan ini?" Tapi sepertinya vidio itu sampai sekarang tidak dikecam apalagi dihapus. Sebelumnya saya juga menemukan adegan kiss itu pada vidio original series Heart yang juga sudah tayang di SCTV bahkan tanpa disensor. Bagi saya tidak apa asal tidak mengandung penyimpangan yang berlebihan apalagi mengarah ke pelecehan seksual. 

Mungkin jika ini film barat saya tidak heran, tapi ketika film Indonesia, saya agak sangsi apalagi umur Ersya Aurelia masih 19 tahun dan Giorgino 25 tahun. Untuk yang familiar dengan wajah Giorgino, sebenarnya dia adalah aktor lama dan pernah berpacaran dengan Irish Bella. Mereka terlibat cinta lokasi namun akhirnya putus karena perbedaan agama. Sebenarnya saya sudah menyukai Giorgino sejak bermain di film Fortune Cookies bersama Yuki Kato.

Giorgino Abraham dan Irish Bella
 Untuk yang familiar dengan sosok Bryan Domani dan Ersya Aurelia, sebenarnya mereka juga pernah berperan dalam sinetro "Siapa Takut Jatuh Cinta" dan menjadi sepasang kekasih.
Ersya Aurelia dan Bryan Domani



Di film ini, Baby memiliki seorang teman bernama Elena yang diperankan oleh Jennifer Eve. Elena adalah sosok pemilik kafe yang tomboy dan tidak banyak omong, bahkan sering kali memberikan solusi kepada Baby. Di kehidupan nyata, Jennifer Eve berpacaran dengan Bryan Andrew yang juga merupakan seorang aktor Indonesia.

Bryan Andrew dan Jennifer Eve
Nah, buat kalian yang tertarik dengan seriesnya, langsung saja download Vidio dari appstore dan daftarkan akunmu untuk dapatkan akses gratis selama dua minggu. Vidio ini sangat lengkap, tidak hanya sinetron Indonesia, tapi juga banyak film-film layar lebar yang tayang serta film barat yang sudah memiliki subtitle. Untuk yang sudah menggunakan akses gratis dan ingin memperpanjang, bisa juga bayar pakai DANA hanya 4.500 untuk akses selama 30 Hari. Lebih hemat, kan? Jika bingung caranya langsung aja baca thread ini atau klik link berikut https://twitter.com/sulisrahmadani/status/1251679466360762373

Daftar Episode



Kelebihan:


Film ini sebenarnya sangat menarik apalagi alurnya tidak bisa ditebak, setiap aktris maupun aktor juga menjiwai peran masing-masing. Poin paling menarik adalah dialognya yang memang relate dengan kehidupan jaman sekarang, serta watak peran-peran tokoh sebagai orang kaya dan orang biasa saja. Di sini juga didapatkan pesan moral untuk tidak pernah melawan orangtua dan selalu sopan. Juga selalu menyelesaikan masalah dan jangan pernah lari dari masalah. Selain itu, juga ditekankan bahwa jangan pernah memulai sesuatu yang akan menjatuhkan diri sendiri seperti perselingkuhan yang dimulai oleh Darwin. Film ini juga bisa dijadikan motivasi untuk seseorang yang pantang menyerah dalam menghadapi permasalahan hidup dan jangan pernah untuk bermalas-malalasan.

Kekurangan:



Series ini terlalu banyak adegan berkelahi yang tidak patut dicontoh serta seorang pacar yang pemarah dan suka sekali membentak perempuan. Karakter tokoh yang digambarkan takutnya dapat mempengaruhi orang-orang yang menontonnya. Selain itu tokoh Nanda yang seharusnya mendapatkan pelajaran dari perbuatannya malah dibuat bahagia dengan kehadiran Mike yang dapat ditakutkan jika orang lain menonton dapat menirunya. Serta ending yang saya katakan tadi yang takutnya menimbulkan pro dan kontra jika menonton bersama keluarga.

Akhir kata, review ini saya buat pure karna saya menonton semua episodenya dan benar-benar mengerti jalan ceritanya. Overall, benar-benar sangat menyenangkan masuk ke dalam kisah cinta mereka dan saya tidak menyesal menontonnya. Nilai dari saya secara keseluruhan adalah 8/10.

Continue reading →
Thursday, 16 April 2020

REVIEW MALAM JUMAT : SEMISTIS ITUKAH?

0 comments
Hallo. Selamat Malam. You have a great soul when you're read this. Okay, langsung aja, malam ini aku mau ngebahas soal "Friday Night" karena bertepatan juga dengan malam jumat. 

Nah sebenernya apa sih yang ngebuat orang-orang pada takut soal misteri-misteri tentang malam jumat? Well, setelah aku adakan riset, ternyata malam jumat itu sendiri tidak memiliki cerita fakta yang benar-benar terjadi. Namun, istilah ini melejit karena adanya film bertemakan malam jumat yang diperankan oleh Suzzanna di tahun 1986 berjudul "Malam Jumat Kliwon."





Sebelum itu, aku mau menjelaskan dulu apa itu kliwon. Mungkin kalau di film-film barat, "Friday Night" digambarkan dengan sosok jason yang sangat mengerikan, aku sampe ga habis pikir kenapa dia ga bisa mati padahal udah dibunuh dengan cara apa pun. Bedanya, di Indonesia tidak ada film seperti itu, hanya saja film horror bertemakan malam jumat ini memang sangat banyak. Bahkan konteks malam jumat kliwon itu sendiri sudah mistis di telinga masyarakat.

Kliwon adalah nama hari dalam sepasar atau juga disebut dengan nama pancawara, minggu yang terdiri dari lima hari dan dipakai dalam budaya Jawa dan Bali. Hari Selasa-Kliwon dinamakan hari Anggara Kasih dan dianggap sebuah hari yang istimewa dalam budaya Jawa dan Bali. Malam jumat kliwon memiliki beberapa alasan sehingga dikeramatkan oleh orang Jawa. 

Beberapa alasan yang sudah aku rangkum meliputi:

1. Malam yang punya kekuatan magis.

Konon katanya malam ini sering dilakukan aktivitas dan upacara yang dipercayai oleh legenda. Seperti memandikan keris, dan sebagainya. Kalo aku pribadi sih, justru malam yang punya kekuatan magis ini sebaiknya digunakan untuk mengaji, membaca Al-Qur'an daripada melakukan hal-hal aneh seperti pesugihan dan lain-lain. 

2. Dedemit banyak yang berkeliaran.

Dedemit atau biasa disebut dengan arwah-arwah atau hantu yang berkeliaran di lokasi-lokasi tertentu. Tentunya juga bisa ada di sekitar kita. But then again, daripada harus mengganggu balik dedemit tersebut, lebih baik kita hindari dengan mengaji, berdoa, dan melakukan sholat-sholat tertentu agar dijauhi dari dedemit.

3. Arwah leluhur pulang ke rumah.

Ini sering aku denger sih, katanya kalau orang-orang yang telah meninggal seperti kakek, nenek, dan kerabat-kerabat kita, akan datang di malam jumat (tidak hanya di malam jumat kliwon) seperti untuk melihat aktivitas kita di rumah. Aku sebenernya tidak terlalu percaya, hanya saja ibundaku sangat percaya dengan hal ini, setiap malam jumat kami bahkan dihimbau untuk mengaji dan mendoakan leluhur. "Mereka datang ke sini, melihat kita." Kira-kira respon ibundaku begitu.

4. Meninggal di malam jumat kliwon dianggap baik.

Bagi kami umat muslim, tidak hanya untuk orang Jawa, meninggal di malam jumat dan hari jumat juga bisa dikategorikan khusnul khotimah dan masuk surga. Orang-orang yang meninggal di hari tersebut juga biasanya orang yang baik. Tapi ini kembali lagi berdasarkan kepercayaan yang dianut oleh masing-masing orang.

Alasan-alasan tersebut aku rangkum dari beberapa artikel juga, seperti boombastis.com, hanya saja mereview ulang bagian-bagian mana yang aku percayai dan bisa dijadikan bahan referensi dalam artikel ini. Kalau aku pribadi, setiap malam jumat pastinya selalu mengikuti pengajian Remaja Masjid dekat rumah, yasinan, takhtim, tahlil, dan doa. Rutinitas ini kami lakukan sudah sejak lama, bahkan dari aku SMP. Karena kebetulan adanya pandemic COVID 19, jadwal libur kami yang harusnya sudah berakhir sejak seminggu yang lalu, harus diperpanjang.

Nah oleh sebab itulah, aku beserta anak rantau yang lain berdiam di rumah hingga bulan Juni itu pun sesuai arahan rektor jika covid 19 benar-benar hilang. Sedikit out of topic, jadi tadi pagi ada yang ngirim paket ke aku, paketnya berupa makanan ringan dan juga surat. Bisa kutebak itu adalah kiriman dari temanku yang di Medan, mungkin karena sudah rindu hampir sebulan tidak bertemu. Tapi aku appreciate banget, apalagi dia juga membawakan flashdisk yang berisikan film "Money Heist" yang bisa menemani kegiatan aku selama di rumah.

Well, kembali lagi ke topik kita "Friday Night" yakni malam jumat, aku cuma berpesan aja, sebenarnya gak ada yang seram dari malam-malam apapun itu, seramnya tergantung gimana kita menanggapinya, yang penting tiap malam jangan berbuat aneh-aneh dan selalu pada konteks yang baik. Bagi umat muslim, jangan lupa shalat, baca Qur'an dan jangan bolong puasanya karena sebentar lagi Ramadhan. Dan buat nonmuslim, tetap lakukan kegiatan-kegiatan ibadah lainnya dan jangan lupa juga berdoa agar virus ini secepatnya menghilang. 

Untuk menemani malam jumat kamu, dan menantang seberapa beraninya untuk nonton, aku akan memberikan beberapa film yang menjadi rujukan malam ini. 

Friday the 13th 

Film ini banyak banget sekuelnya, tapi dimulai tahun 1980 dan yang pasti seperti yang sering kita dengar, konfliknya berupa Jason, membunuh semua orang yang datang ke tempat ia berada. Sedikit review : 
Kai Bova :Being a fan of the friday the 13th franchise, my most favorite one to look back at is the first movie created in the series. I enjoyed most of the film. It was cool to see kevin bacon perform, and many other celebrities that made the movie alot better.

Malam Jumat Kliwon

Film ini sejatinya memiliki rating yang bagus dan untuk pecinta film horor Indonesia, rasanya kurang kalo ga liat akting Suzzanna di film ini.

Film Friday 13th banyak banget seriesnya jadi kalau mau nonton satu malam ga akan mungkin, jadi saran aku tiap minggu nontonnya biar ada kerjaan juga kan. Nah kayak itu aja deh yang bisa aku bahas dari Friday Night. Seterusnya kalau kalian udah baca dan mau request apa yang akan aku bahas nanti, boleh-boleh aja langsung aja hubungi sosmed aku di bagian atas yah. Don't forget to Stay At Home and keep your healthy.



Continue reading →

REVIEW FILM "KILL GAME" : SEBURUK ITUKAH?

0 comments
Halo. Selamat Malam. As usual, mungkin aku lebih sering ngereview film-film yang aku tonton tapi dengan versi aku sendiri. Sebenernya ini ga resmi sih, bukan untuk dijadiin bahan review mata pelajaran Bahasa Indonesia yah. Kali ini kita akan ngebahas film "Kill Game". Daripada berlama-lama, langsung aja, let's talk about the synopsis. 



But wait, sebelum kita membahas sinopsisnya, aku mau membahas sedikit kejanggalan pada film ini. For the rest of my life, aku baru menemukan satu film yang tidak ada di penjelasan wikipedia. Jadi selama ini kalo kita nonton film ya pasti searching filmnya kan di google, dan yang pasti google bakal nunjukin hasil teratas dalam wikipedia. Anehnya, yang muncul malah "A View To Kill (Video Game)."

Tapi tenang, aku akhirnya mendapatkan sinopsis dari website Amazon.com berikut ini:
"KILL GAME adalah kisah sekelompok anak-anak sekolah menengah yang menghibur diri mereka sendiri dengan mengolok-olok siswa dan guru yang tidak bersalah."




Penampakan cover Kill Game



Sekilas, jika dilihat dari judulnya film ini sangatlah mudah ditebak alurnya. "KILL GAME" yakni 
"Permainan pembunuhan." Dan mungkin bagi sebagian orang film ini tidak layak ditonton di bioskop karena judulnya juga tidak menarik. Mungkin kalian juga bertanya-tanya, kalau bahkan film ini tidak pernah aku tonton di bioskop, dari mana aku mendapatkan rekomendasi filmnya? 


Well, aku tidak dapat rekomendasi dari siapapun. Sebenarnya aku hanya iseng membuka channel TV dan menemukan film ini. Konfliknya bagus, dan menyimpan banyak misteri. Walaupun film ini mendapat penilaian buruk dari IMDB yang hanya 3.9/10 dan bahkan Rotten Tomatoes tidak memberi rating. 

Saking penasarannya, aku bahkan mencoba mencari tahu informasi tentang sutradara film tersebut, and here we go, Robert Mearns hanya memiliki satu film dan bahkan tidak ada informasi spesifik. Lucunya lagi, trailer film ini juga tidak ada di youtube tapi full filmnya ada. Full filmnya juga hanya ditonton 10 ribu kali serta 9 komentar dan rata-rata bahasa turki. 



Padahal aku yakin banget, film itu berbahasa Inggris dari awal sampai akhir. Horrornya dapat, hanya saja, CGInya terlalu kelihatan, tidak rapi, potongan-potongan kepalanya juga terlihat editan. Aku gabakal bilang film ini sampah kayak rating IMDB juga karena aku suka plot twistnya. Karena ternyata pembunuhnya adalah salah satu dari mereka berlima. Waw, can u imagine? 

Ending paling menyedihkan yang pernah aku lihat adalah, ketika Liam, kembaran si korban (Brandon) bullying itu tertembak oleh polisi saat menyelamatkan Beth, perempuan yang disukai Brandon. Pembunuh bertopeng itu adalah Ryan. Ryan bahkan tega membunuh pacarnya sendiri dan sahabat-sahabatnya yang lain. Actually, aku sempat kagum sih sama Ryan karena dia ganteng maksimal. Begitupun Liam dan Brandon. 


Michael Galante as Liam
Pierson Fode as Ryan
Funfact:
Ternyata Joe Adler yang berperan sebagai Nathan pernah main di film Prom dan The Maze Runner. 
Pierson Fode pernah berpacaran dengan Victoria Justice selama 2 tahun dan putus di tahun 2015.


Okay, balik lagi ke Kill Game, aku juga baru nyadar kalau pemeran Beth juga tidak banyak diketahui informasinya. Aku masih ga habis pikir sama film ini, kok bisa-bisanya pemerannya tidak ada umurnya, tidak ada asalnya, filmnya cuma dua. Dia ini tokoh utama loh, dan aku lumayan suka aktingnya apalagi pas Liam tertembak. Bahkan di scene ini aku ikutan nangis ngeliat dia teriak, "Not Him." :(


Sebenarnya, film ini banyak mengandung makna, untuk tidak sembarangan ngebully orang, atau melakukan suatu kejahatan karena kita gapernah tahu siapa yang benar-benar marah dan ingin balas dendam. Atau mungkin kita lupa kita pernah buat salah, tapi korban menyimpan trauma, dan suatu saat dia pasti menuntut maaf. Cuma lagi-lagi aku agak terganggu dengan scene potong tangan, kepala, dsb yang darahnya aja keliatan editan. Tapi sesuai dengan rating, bisa diterimalah. 

Jadi, keseluruhannya menurut aku film not bad, paling wasting time  di awal aja, dan beberapa dialog yang kurang mumpuni. Akting polisinya yang maksa banget dan sekaligus peran yang ga aku suka karena beraninya nembak Liam. Last but not least, aku baru aja nemu movie review yang bisa kamu jadikan bahan referensi, langsung klik aja di sini  atau klik website : https://crypticrock.com/kill-game-movie-review/ walaupun sebenernya tahunnya agak ambigu sih, di google katanya 2018, ada juga yang 2017 sedangkan di movie review tersebut malah tahun 2015. But it's your choice if you want to watch it or not. Don't forget to Stay At Home and keep your healthy. 😃😃


Continue reading →
Friday, 24 January 2020

Review Film "13 Going on 30"

2 comments
  • Judul :13 Going on 30 (2004)
  • Tanggal Rilis Perdana : 23 April 2004
  • Genre : Fantasi, Romance, Family
  • Sutradara : Gary Winick
  • Penulis : Josh Goldsmith, Cathy Yuspa
  • Produser : Susan Arnold, Donna Arkoff Roth, Gina Matthews, Todd Garner
  • Produksi : Columbia Pictures, Revolution Studios
  • Durasi : 97 Menit
  • Rating : Remaja (R)
  • Cast : Jennifer Garner, Mark Ruffalo, Judy Greer, Andy Serkis, Christa B. Allen, Sean Marquette, Lynn Collins, Ashley Benson, and Brie Larson.

"Aku merasa kita semua ingin merasakan sesuatu yang telah lama kita lupakan atau kita tinggalkan di belakang. Karena mungkin kita tidak sadar berapa banyak hal yang telah kita sia-siakan." -Jenna Rink

"Aku melanjutkan hidup. Kau juga melanjutkan hidup. Kita sudah saling berpisah jalan lama sekali. Kita sudah membuat pilihan." -Matty Flamhaff


Sebuah film Fantasy sekaligus menghadirkan sentuhan Romance yang luar biasa, yang berjudul "13 Going on 30 (2004)" ini, menceritakan seorang gadis berumur 13 tahun bernama Jenna Rink (Christa B. Allen) yang ingin sekali menjadi bagian Six Chick (geng para perempuan paling populer) di sekolahnya. Ia memiliki sahabat bernama Matty Flamhaff (Sean Marquette) yang tepat di hari ulang tahunnya mengundang semua anggota Six Chick dan juga sahabatnya. 

Di sinilah hal Fantasy itu terjadi, ketika Jenna menyadari bahwa dia tidak menginginkan untuk menjadi anak kecil yang hanya berumur 13 tahun, tapi ingin menjadi wanita dewasa yang cantik, kaya, dan punya segalanya, di umur 30 tahun. 

Matty yang sangat dekat dengannya memberikan hadiah ulang tahun berupa Rumah Impian yang berisikan poster dirinya, idolanya, dan Matty. Di sinilah semuanya dimulai, saat Matty ternyata memberikan serbuk ajaib yang dapat mengabulkan keinginan Jenna. Karena ketika Jenna sedang berada di dalam kamar dengan mata tertutup, dan menginginkan Chris Grandy yang mendatanginya, namun Mattylah yang membuka pintu.

Kemarahan Jenna membuat ia semakin yakin untuk ingin menjadi gadis berumur 30 tahun. Ia terus berdoa, dan tanpa sadar Rumah Impian itu tersenggol dan menumpahkan serbuk ajaib itu bersamaan dengan Jenna yang terbangun di apartemennya dengan menggunakan tubuh orang dewasa yang tak lain adalah dirinya sendiri. 

Acting Jennifer Garner sebagai Jenna dewasa sangat diacungi jempol. Dia bersikap seolah-olah tidak tahu apa yang terjadi, dan masih sangat malu dengan laki-laki tanpa busana yang ada di ruangannya, persis seperti gadis berumur 13 tahun yang berada di tubuh orang dewasa. Ketika ia turun, ia mendapati Lucy Wyman (Judy Greer) yang dulunya ternyata Tom-tom sang ketua Six Chick. Ia menyadari bahwa, banyak hal yang berubah di masa dewasanya. 

Hanya satu orang yang mungkin mengetahui apa yang terjadi pada dirinya, yakni Matty Flamhaff yang diperankan oleh Mark Ruffalo. Acting Mark Ruffalo juga sangat patut diacungi jempol, senyumnya yang manis, tingkah lakunya yang persis seperti Matty dulu, dan chemistry di antara mereka yang membuat kita bisa senyum sendiri. Bahwa Matt yang dulu bukanlah ia yang sekarang. 

Alurnya memang terkesan klise, atau sering digunakan, tapi sebenarnya tidak bosan untuk ditonton, karena kenyataannya Matty dan Jenna tidak lagi bersahabat sejak berumur 13 tahun. Hal ini menjawab pertanyaan yang sedari dulu ingin Jenna tanyakan. Yang Matt tahu, Jenna adalah seorang gadis sukses yang bekerja di Majalah Poise bersama dengan Lucy Wyman yang dulu bagian anggota Six Chick, dan di malam saat Jenna ulang tahun, Rumah Impian yang Matt bangun dilemparkan begitu saja. Kejadian ini sangat plot twist sebenarnya, dan masih banyak hal lain yang bisa mengimpress kita untuk menjadi lebih baik. 

Kejadian lainnya yang membuat kita kesal adalah saat Jenna mendengar bahwa Lucy ingin menyingkirkan dirinya dari majalah Poise. Namun hal ini langsung ditepis Jenna dengan memberikan sesuatu yang baru pula terhadap Majalah Poise yakni menyewa Matt untuk menjadi fotografer baginya. Dan kedekatan Matty dan Jenna terutama saat mereka bermain ayunan membuat aku sangat menyukai Mark Ruffalo yang pernah berperan dalam serial Hulk. Mark Ruffalo sangat manis dan sifatnya persis seperti sahabat yang sangat baik. Namun seolah Jenna tidak tahu apa-apa, selama mereka sama-sama menghilang, rasa itu kemudian timbul. Ia mencintai Matt.

"Aku merasa kita semua ingin merasakan sesuatu yang telah lama kita lupakan atau kita tinggalkan di belakang. Karena mungkin kita tidak sadar berapa banyak hal yang telah kita sia-siakan." -Jenna Rink

Adalah ungkapan Jenna saat presentasi mengalahkan Rivalnya, Lucy. Presentasi dia bersama fotografer Matt patut diacungi jempol, dan mungkin bisa mengalahkan Sparkle, lawan berat Majalah Poise. Namun lagi-lagi hal yang tanpa diduganya terjadi, ternyata Lucy melihat surat dari Sparkle yang terletak di meja Jenna. Lagi-lagi bagian Plot Twist, karena ternyata Jenna bukanlah orang baik, selama ini Jenna selalu memberikan idenya untuk Sparkle, dan Lucy memanfaatkan siuasi tersebut sehingga walaupun ia keluar dari Poise, ia bisa bekerja di Sparkle. 

Banyak sekali kelebihan yang terdapat dalam cerita ini, apalagi khususnya remaja yang masih tidak bersyukur bisa melalui umur 13 tahun dan disayangi orang tua dengan sangat manja. Tidak seperti Jenna yang ternyata di umurnya 30 tahun, tidak pernah lagi merayakan Natal bersama orang tuanya. Hal ini membuatnya sangat rindu, dan kemudian minta maaf pada orang tuanya. 

Pesan moral lainnya adalah, tidak semua hal yang terjadi di masa tua nanti, sekalipun segalanya mungkin terlihat menyenangkan, ternyata masih banyak masalah yang dihadapi orang dewasa. Terlebih lagi tentang kisah cinta, tidak semuanya bisa diputar sesuka kita. Matt dan Jenna mungkin bersahabat saat 13 tahun, tapi kemudian tidak ada lagi yang tahu setelah itu. Matt dulunya mungkin menyukai Jenna, tapi tidak untuk sekarang, karena Matt sudah memiliki Wendy. 

Source: 13 Going on 30 Quotes on Google

"Aku melanjutkan hidup. Kau juga melanjutkan hidup. Kita sudah saling berpisah jalan lama sekali. Kita sudah membuat pilihan." -Matty Flamhaff

Quotes tersebut sukses membuat air mata jatuh, apalagi saat Jenna menyatakan perasaannya dan begitu pula Matt tepat di hari pernikahan Matt bersama Wendy. Scene ini adalah scene terbaik dalam rincian film yang semuanya baik. Lagi-lagi membuat para perempuan kembali jatuh cinta pada sosok Mark Ruffalo yang ternyata setia, lembut, dan dapat menyesuaikan sesuatu hal yang terjadi pada dirinya. 

Source: 13 Going on 30 Quotes on Google


Para penyuka film remaja, apalagi bergenre fantasy maupun romance, sangat cocok sekali menonton film ini. Alurnya bagus, dijelaskan dengan rinci, bahkan kejadian-kejadiannya tidak ada yang bisa menebak. Walaupun dirilis tahun 2004, tapi cita rasanya tidak pernah mati. Never Dies.  Film ini mengajarkan agar kita mencintai kehidupan kita yang sekarang, jangan pernah marah akan sesuatu hal yang belum tentu baik. Walaupun diri kita tidak baik, setidaknya beranilah merubahnya. Jangan menikmati sesuatu hal yang didapatkan dengan cara yang tidak baik. 

Dan plot twist lainnya yang sangat membuatku seratus persen jatuh cinta dengan film ini adalah, happy ending. Di hari pernikahan tersebut, Matt memberikan Rumah Impian yang telah lama disimpannya setelah di umur 13 tahun, Jenna pernah melemparkannya. Jenna membawa rumah itu turun dan kemudian menangis di sela-sela angin yang berhembus. Saat itulah, ia kembali menjadi gadis berumur 13 tahun yang matanya tertutup di sebuah kamar. 

Matt kemudian membuka pintu, dan menemukan Jenna yang sudah berlari ke arahnya. Mereka berpelukan, dan Jenna mengusir Six Chick dari rumahnya. Mereka terus bersama hingga sampai di hari pernikahan yang Jenna impikan bersama Matt. Hal ini juga mengubah perspektif Jenna di masa lalu yang sangat menyukai Chris Grandy yang ternyata di masa depan hanya seorang supir angkot yang jelek. Bahwa yang dapat dikutip adalah, "Apa yang kita lihat dari seseorang sekarang belum tentu sama persis dengan apa yang terjadi di masa mendatang. Jangan menilai orang hanya dari fisiknya."

Matt yang dulunya gemuk, culun, ternyata mampu membuat Jenna lebih menyukainya ketimbang bersama dengan laki-laki keren yang pernah menjadi pacarnya tanpa ia sadari. Selain itu, Lucy yang dia anggap teman ternyata busuk, dan ingin menyingkirkannya. Artinya, tidak semua hal dapat kita percaya. Walaupun dialog terkesan mudah, dan kualitas videonya sangat rendah, tapi untuk film lama yang diproduksi lebih dari satu dekade ini patut diapresiasi. Semoga bermanfaat dan silahkan tunggu untuk review film selanjutnya. Untuk menambahkan betapa relatablenya film ini di kehidupan sehari-hari kamu bisa temukan quotes-quotes menarik lainnya melalui link berikut https://www.theodysseyonline.com/13-quotes-live-13-30

Film ini ternyata meraup $96.5 juta Box office dengan budget $37 Juta. Artinya banyak mendapat respon positif dari penonton di tahun 2004. Selain itu, soundtrack paling sering didengarkan adalah Thriller oleh Michael Jackson, dengan tariannya. Sangat cocok ditonton untuk para remaja. Namun tetap harus diawasi karena terdapat adegan ciuman walaupun tidak intens Dan funfact lainnya adalah, Brie Larson ternyata anggota Six Chick yang sekarang ini dikenal dengan Captain Marvel. Bahkan Mark Ruffalo sendiri yang dipercaya memerankan Hulk baru tahu bahwa Brie Larson pernah satu film dengannya. 





Continue reading →

Labels

Cerpen (37) Wacana (18) Artikel (12) Puisi (8) Drabble (7) Sad Story (7) Review Blog (3) Ulasan (3) Essay (2) Lagi Viral (2) Resensi (2) Review Film (2) Review Series (2) Tips (2) Biografi (1) Quotes (1)